BINTAN, SIJORITODAY.com–¬† Kawasan pesisir pantai Trikora hingga ke Desa Pengudang, Bintan, kembali tercemar limbah minyak hitam.

Minyak hitam tersebut diduga berasal dari wilayah perairan internasional (OPL).

“Minyak hitam sengaja dibuang saat musim utara, biar terbawa ke peraiaran kita,” kata Owner Bintan Nemo, Karno, Rabu.

Karno berkomentar demikian, karena selaku penyedia jasa senorkeling. Pihaknya ikut terdampak minyak hitam tersebut.

Bagaimana tidak, gara cairan minyak hitam itu, sejumlah turis asing batal snorkeling di tempatnya.

“Ada beberapa yang sudah datang buat senorkeling, tapi tak jadi, karena tahu ada minya hitam itu,” ujar Karno.

Pihaknya terpakasa berhenti beroperasi dalam beberapa hari ke depan, sampai kondisi laut terbebas dari minyak hitam.

Dirinya juga berharap pemerintah daerah bahkan pusatmencari solusi terkait persoalan ini.

Sebab, menurut dia, pencemaran limbah minyak hitam terjadi setiap tahun. Khususnya saat musim angin utara.

“Entah, saya juga tak tahu kenapa bisa demikian, dari zaman nenek moyang kami dulu, hal ini masih terus terjadi sampat saat ini,” imbuhnya.

(Mn)

Editor: Taufik

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here