TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Musim kemarau yang melanda Provinsi Kepri pada 2020 ini sangat berdampak terhadap volume air Waduk Sungai Pulai (PDAM Tirta Kepri), Kabupaten Bintan. Salah satu sumber air baku bagi warga Kota Tanjungpinang itu saat ini mulai mengalami penyusutan.

Kondisi ketinggian air waduk semakin menyusut, sebelumnya 2 meter 15 centimeter, kini tersisa 0 centimeter dari garis mistar ukur.

“Air waduk menyusut akibat kemarau panjang selama tiga bulan terakhir ini,” kata Direktur PDAM Tirta Kepri, Mamat, Senin.

Penyebab lainnya, kata dia, kondisi hutan di sekitar area waduk sudah tidak hijau lagi seiring maraknya pembabatan liar oleh oknum tidak bertanggungjawab.

Untuk menyiasati kondisi ini, pihak pengelola waduk Sungai Pulai akan melakukan sistem jadwal distribusi air ke pelanggan, dalam sehari tiga kali mati, dan satu kali hidup.

“Kami juga akan mengantar air langsung ke warga melalui RT dan RW, yang didistribusikan dengan mobil tangki air,” ujarnya.

Dengan kondisi waduk yang menyusut ini, lanjut Mamat, PDAM Tirta Kepri berharap warga Tanjungpinang dapat menghemat penggunaan air secukupnya.

“Stok air menipis, gunakanlah air sesuai kebutuhan,” tutur Mamat.

Penulis: Mn
Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here