Anggota DPRD Kepri, Suryani, SE

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Pemerintah Provinsi Kepri bakal segera menerapkan sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah peningkatan kasus pandemi Covid-19 di Wilayah Provinsi Kepri.

Namun, rencana itu mendapat sorotan oleh Anggota DPRD Kepri, Suryani. Menurutnya, jika Pemprov Kepri menerapkan PSBB maka konsekuensi yang dihadapi pemerintah adalah harus menyiapkan kebutuhan masyarakat terutama sembako.

“Ketersediaan sembako dan kebutuhan masyarakat lainnya kalo PSBB diberlakukan, berapa ton perminggu beras. Tersedia gak. Karena kantor atau pabrik ditutup kecuali sektor-sektor yang dibolehkan,” kata Suryani, Minggu (12/04/2020).

Selain itu, Pemprov Kepri juga harus menyiapkan semuanya seperti kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran yang memadai serta data yang benar.

Misalnya, di sektor transportasi bagaimana kebijakan lalu lintas manusia di pelabuhan-pelabuhan dan bandara. Sedangkan transportasi kapal saja, masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker ditambah lagi jarak duduk yang masih berdekatan satu sama lain.

“Belum sektor lain, kedatangan TKI dari Malaysia,gimana penanganannya. Mereka di taruh dimana selama transit ini?,” tanya Suryani.

Sekretaris Fraksi asal PKS ini menyarankan agar Pemprov Kepri mesti membicarakan hal ini ke DPRD Kepri karena nantinya akan berimbas ke anggaran daerah (APBD). Apalagi, dana yang dialokasikan 40 Miliar untuk percepatan penanggulangan Virus Corona atau COVID-19 hingga sekarang belum diketahui untuk apa saja.

“Kami tidak tahu untuk apa saja,” cetusnya.

Pemprov Kepri saat ini sedang mempersiapkan protokol dan surat ke Kemenkes untuk penerapan PSBB di seluruh wilayah di Provinsi Kepri.

Plt Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, nantinya pada penerapan PSBB di seluruh wilayah Provinsi Kepri ini, pihaknya bakal menjaga dan mengawasi ketat kondisi di Pelabuhan dan Bandara.

“Ini kita lakukan karena semua kasus Covid-19 di Provinsi Kepri semuanya merupakan kasus impor yang di bawa masyarakat Kepri dari daerah dan negara pandemi,” tegas Isdianto.

Sehingga, untuk meminimalisir terjadinya kasus yang lebih besar lagi di Provinsi Kepri pihaknya akan segera melakukan penerapan PSBB ini.

“Kita juga akan membagikan paket sembako kepada masyarakat sebelum penerapan PSBB ini, sehingga masyarakat dapat berdiam diri di rumah saja, sehingga dapat menekan penyebaran pandemi Covid-19 ini,” ujar Isdianto.

Isdianto memastikan bahwa penerapan PSBB ini bakal mulai diberlakukan sebelum bulan Puasa Ramadan mendatang.

“Kita bukan lock down ya, hanya penerapan PSBB diseluruh Kepri dan memperketat pengawasan di pelabuhan dan Bandara yang ada di Provinsi Kepri,” tegas Isdianto kembali.

(Ak)
Editor: Akok

Print Friendly, PDF & Email

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here