Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkum dan HAM Kepri, Dedi Handoko resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI sejak Kamis (30/04/2020) kemarin.

Dedi Handoko terjerat kasus dugaan penerima suap oleh oknum narapidana Lapas Sukamiskin saat ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Sejak 2016-Maret 2018 lalu.

Pada Sabtu (02/05/2020), Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sijoritoday.com mengatakan, TCW (narapidana Lapas Sukamiskin) diduga telah memberikan mobil Toyota Kijang Innova Reborn Luxury 2.0 G A.T warna putih tahun 2016 dengan nomor polisi D 101 CAT kepada tersangka DHA (Dedi Handoko).

“Pemberian tersebut diduga terkait dengan kemudahan Izin keluar Lapas yang diberikan tersangka DHA kepada TCW baik berupa Izin Luar Biasa (ILB) maupun Izin Berobat, dengan total izin pada tahun 2016 s.d 2018 sebanyak 36 (tiga puluh enam) kali,” tulis Ali Fikri.

Selain Dedi Handoko, KPK juga menahan RAZ (Rahadian Azhar, tidak dibacakan) Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi sebagai tersangka dugaan pemberi suap dimana tersangka RAZ diduga telah memberikan kepada WS berupa sebuah mobil merek Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi B 1187 FJG berwarna hitam atas nama MUAHIR (anak buah RAZ).

“Bahwa pemberian tersebut diduga dilakukan sehubungan dengan bantuan yang diberikan oleh WS kepada tersangka RAZ untuk menjadikan tersangka RAZ sebagai Mitra Koperasi di LP Madiun, LP Pamekasan, dan LP Indramayu, serta sebagai Mitra Industri Percetakan di LP Sukamiskin,” kata Ali Fikri.

Dikatakannya, perkara tersebut merupakan pengembangan perkara kegiatan tangkap tangan yang dilakukan KPK pada 20-21 Juli 2018 di Bandung dan Jakarta.

“Beberapa Tersangka sebelumnya (WAHID HUSAIN, FAHMI DARMAWANSYAH HENDRY SAPUTRA dan ANDRI RAHMAT) telah
dinyatakan bersalah dan dipidana di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung dan
perkaranya telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” ujarnya.

Tersangka Dedi Handoko disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP;

Sementara, tersangka RAZ disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ali Fikri menambahkan, Penahanan Rutan dilakukan kepada 2 orang tersangka tersebut selama 20 (dua puluh) hari pertama terhitung sejak tanggal 30 April 2020 sampai dengan 19 Mei 2020 dan di Rutan Cabang KPK Kavling C1.

“Kami tetap berkomitmen untuk terus secepatnya menyelesaikan perkara tindak
pidana korupsi sekalipun dalam kondisi Pandemi Wabah Covid 19 sekarang ini.
Namun demikian tentu tetap memperhatikan prosedur pencegahan penyebaran
Covid 19,” tutup Ali Fikri.

(Tf)
Editor: Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here