TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – –¬†Sekretaris DPD Partai PDI P Provinsi Kepri Lis Darmansyah secara tegas mengingatkan Adji Suradji agar tidak menciptakan opini-opini versinya sendiri. Sehingga berdampak kepada calon PDI-P yang tengah diusung mencalonkan diri sebagai cagub Kepri 2020 mendatang.

Menurut Lis, Pengamat Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Adji Suradji memberikan statemen yang dapat merugikan nama baik PDI-Perjuangan.

“Kepada Adji Suradji, jika dalam waktu 2×24 jam tidak mengklarafikasi hal ini, maka PDI-Perjuangan akan mengambil langkah hukum,” tegas Lis Darmansyah.

Padahal kata Lis, mekanisme yang dilalui dalam hal SK Gubernur Kepri Definitif, yaitu melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 pada pasal 17 disebutkan :

1). Dalam hal Gubernur, Bupati dan Wali Kota Berhenti karena : meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan. Maka Wakil Gubernur, Wakil Bupati dan Wakil Walikota menggantikan Gubernur, Bupati dan Walikota.

2). DPRD Provinsi menyampaikan usulan pengesahan pengangkatan Wakil Gubernur menjadi Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat 1 kepada presiden melalui menteri untuk disahkan pengangkatannya sebagai gubernur.

3). Dalam hal DPRD Provinsi tidak menyampaikan usulan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam waktu 10 hari kerja terhitung sejak gubernur berhenti kepada presiden berdasarkan usulan menteri mengesahkan pengangkatan Wakil Gubernur sebagai Gubernur berdasarkan : Surat Kematian, surat pernyataan pengunduran diri dari Gubernur atau keputusan pemberhentian.

“Jadi dalam hal ini, Pemprov Kepri belum mengirimkan surat ke DPRD Kepri. Kalau sudah, pasti DPRD menyampaikan ke Presiden melalui Menteri,” kata Lis.

Lis justru sangat menyayangkan pernyataan Adji Suradji sebagai tokoh dan doktor yang harusnya tidak pantas berbahasa yang telah merugikan partai politik bahkan ia juga tidak melihat lagi peraturan perundang-undangan terkait mekanisme SK Gubernur Kepri Definitif.

“Ini juga sudah mencemarkan nama baik ketua partai kami, pak Soerya. Kalau mau tanding politik, mau mendukung salah satu calon bertandinglah secara sehat dan Fair, tidak pernah PDI P mengambil langkah-langkah untuk menjegal seseorang itu tidak ada. Karena kita bertanding harus secara sehat,” sebut Lis.

Efek pernyataan Suradji, kata Lis, seolah olah PDI- Perjuangan melakukan manuver-manuver politik. Apalagi, pernyataannya seolah-olah Mendagri itu bisa diintervensi oleh partai politik.

“Itu bahaya, jadi saya minta klarafikasi oleh saudara Adji Suradji dalam waktu 2×24 jam,” ulang Lis.

Penulis: Redaksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here