TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com– Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau Lis Darmansyah mengklarifikasi terkait pelanggan yang tidak dapat melunasi tagihan listrik agar diberikan kelonggaran dan tidak diberi pemutusan jaringan listrik atau pun penyegelan kepada Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Cabang Tanjungpinang.

Hal itu dikatakan Lis Darmansyah saat jumpa pers bersama awak media yang dihadiri pihak PLN (UP3) Tanjungpinang dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Tanjungpinang di Cafe Morning Bakery Baru VIII Dompak Atas, Kamis (2/7/2020).

Menurut Lis, bahwasanya pihak PLN juga sudah membuka kelonggaran selama covid-19 dengan cara mencicil.

“Saya juga sudah mengundang PLN untuk meminta klarifikasi terkait dengan masih adanya aliran listrik milik warga yang diputus,” ucap Lis.

Namun, setelah menginformasi dengan pihak PLN, lanjut Lis, tidak ada aliran listrik yang diputuskan tetapi hanya disegel.

Lis menambahkan, perlu dipahami juga listrik yang disegel itu karena tidak melakukan pencicilan pembayaran sama sekali.

“Oleh sebab itu, saya meminta PLN untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, minimal di kecamatan agar masyarakat bisa menyampaikan permasalahan dan keluhannya,” tandas Lis.

Sementara Manager PLN Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) Tanjungpinang Suharno juga menyampaikan bahwasannya untuk masyarakat yang ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas bisa mendatangi posko pelayanan yang telah disediakan, salah satunya di Mall Tanjungpinang City Center (TCC).

“Bagi warga yang mengalami lonjakan kenaikan listrik bisa dicicil, bukan berarti yang melonjak tidak ada solusinya,” kata Suharno Manager PLN (UP3) Tanjungpinang.

Disamping itu, kata Suharno, keringanan yang diberikan selama 4 bulan untuk mencicil dengan porsi pertama sebesar 40% dan 60% di bagi untuk 3 bulan kedepan.

Penulis : Hairi
Editor: Taufik. K

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here