KARIMUN, SIJORITODAY.com – – HR Alias DS (26) Warga Kampung Padi, Kecamatan Meral, Karimun yang sempat viral di jejaring media sosial ( medsos ) lantaran membawa lari anak gadis orang beranjak dewasa berinisial IP (21) yang merupakan tunangannya, kini diamankan Polsek Kundur Barat, Polres Karimun, provinsi Kepri dengan kasus penipuan dan penggelapan.

Demikian disampaikan Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, S.IK melalui Kapolsek Kuba AKP Edi Suyanto, S.IK dalam siaran pers Humas Polres Karimun, Selasa ( 25/8/2020), petang.

Dikatakan Kapolsek Kuba, Pelaku diamankan bukan karena kasus membawa lari anak perempuan dewasa melainkan kasus pidana penipuan dan penggelapan.

“Hal ini terungkap  berdasarkan Laporan Polisi. Sudah dua laporan polisi yang dilaporkan ke Polsek Kuba oleh masyarakat yang menjadi korban akibat perbuatan pelaku,” ungkap AKP Edi.

Dijelaskan Kapolsek Kuba, korban perbuatan pelaku saat ini ada dua orang berinisial F dan Y. Korban F pada 4 Juli 2020 menghadiri acara pertunangan pelaku, pelaku meminjam HP milik korban merk Xiaomi dengan alasan untuk menghubungi orang tuanya. Pelaku juga sempat meminjam uang senilai Rp 100.000,- 

Korban F awalnya mempercayai pelaku meminjam HP dan uang yang dijanjikan untuk dikembalikan esok harinya namun tak kunjung kembali. Dan pelaku tidak pernah mengganti barang milik korban dengan alasan yang sampaikan melalui tunangan pelaku inisial IP bahwa pelaku masih di Pulau Batam.

Sedangkan untuk korban berinisial Y terjadi pada tanggal 26 Juli 2020. Pelaku HR Alias DS mendatangi rumah koban dengan tujuan meminjam perhiasan emas berikut surat-suratnya untuk diperlihatkan kepada orang tua pelaku di Tanjung Balai Karimun dengan alasan akan segera dikembalikan. Dan ternyata setelah perhiasan emas berupa satu untai gelang emas 22 karat seberat dua gram dan satu buah cincin milik korban tidak dikembalikan pelaku, terang Kapolsek Kundur AKP Edi Suyanto.

Sementara, Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, SIK menyampaikan bahwa pelaku inisial HR Alias DS ditangkap oleh Polsek Kuba terkait penipuan dan penggelapan karena adanya laporan aduan masyarakat yang menjadi korban. Atas perbuatan pelaku, berdasarkan keterangan pelaku kepada penyidik barang-barang milik korban telah dijual di Pulau Batam tanpa sepengetahuan korban.

“Pelaku dijerat Pasal 378 Yo Pasal 372 KUHP, tindak pidana penipuan dan tindak pidana penggelapan diancam penjara maksimal 4 tahun,” pungkas Kapolres Karimun.

(Sunar)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here