BINTAN,SIJORITODAY.com – – Pertengahan September mendatang, pemerintah akan kembali membuka akses belajar mengajar di sekolah. Wacana ini sesuai dengan perubahan SKB antar 4 menteri.
Dimana daerah yang berada pada zona hijau dan kuning Covid-19, diperbolehkan membuka sekolah dengan catatan tidak ada penambahan kasus baru yang signifikan sebulan kedepan.
Namun demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan dr Gama Isnaeni berpandangan, bahwa meski Bintan masuk zona kuning, namun ada beberapa daerah yang menurutnya cukup rawan penyebaran Covid-19.
“Ya menurut saya Bintan Utara dan Bintan Timur masih rawan (meski Bintan zona kuning),” ungkap Gama, kemarin.
Lebih lanjut, Gama menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan bila sekolah kembali dibuka. Seperti pemakaian masker dan pembatasan siswa yang belajar diruangan.
Gama tak mau, wacana tersebut justru akan menimbulkan cluster baru. “Jangan sampailah,” timpalnya.
Sebelumnya, Kepala Disdik Bintan Tamsir mengatakan, setelah adanya perubahan SKB bersama 4 menteri. Dalam perubahan yang tertuang itu dijelaskan daerah yang zona hijau dan kuning diperbolehkan membuka sekolah.
Bintan kata Tamsir, berdasarkan hasil analisis Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kepri, masuk zona kuning.
“Jadi rencana kita pertengahan September akan buka sekolah secara bertahap,” ujar Tamsir, kemarin.
Skema pembelajaran untuk menghindari kerumuman para siswa, Disdik sudah membuat SOP yang sesuai standar protokol kesehatan. Semisal para siswa hanya sekolah 3 hari dalam sepekan.
“Maksimal satu ruang diisi 15 s.d 20 orang saja, dan satu hari hanya 4 jam saja tanpa waktu istirahat,” tuturnya. (Btn)
Editor : Redaksi







































