TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Menyambut Hari Rabies Sedunia yang ke-14, Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang menyelenggarakan kegiatan berupa, sosialisasi dampak buruk penyakit rabies dan pemeriksaan Hewan Penular Rabies (HPR) gratis secara internal terhadap HPR milik pegawai lingkup Karantina Pertanian Tanjungpinang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang Raden Nurcahyo Nugroho menyampaikan bahwa lalu lintas HPR yang masuk melalui wilayah kerja (wilker) Karantina Pertanian Tanjungpinang hanya HPR dari Kepri, dan sama sekali tidak ada HPR dari luar Kepri.

Sebab, kata Raden, ada Surat Edaran Gubernur Kepri No. 0257b/Kdh.Kepri.524/04.09 tentang pelarangan pemasukan HPR dari luar Kepri sebagai upaya mencegah masuknya penyakit rabies menuju Kepri yang merupakan wilayah bebas histori rabies.

Selain itu Raden menghimbau kepada masyarakat apabila akan melalulintaskan HPR agar dilaporkan ke Karantina Pertanian Tanjungpinang.

“Tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia. Penyakit rabies merupakan salah satu zoonosis mematikan di dunia dimana setiap tahun sekitar 35.000-50.000 orang meninggal karena penyakit ini,” katanya.

Disamping itu juga, lanjut Raden, hari Rabies Sedunia 2020 diperingati dengan tema Kolaborasi Berkualitas, Vaksinasi Tuntas, Rabies Bebas.

“Nah, sebagai tonggak penting dalam peningkatan kolaborasi multi sektor dalam pencegahan dan pengendalian rabies, khususnya menuntaskan vaksinasi hewan penular rabies sehingga target global eliminasi rabies tahun 2030 dapat tercapai,” harap Raden. (*)

Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here