TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Walikota Tanjungpinang, Rahma, menyampaikan tentang penambahan 9 (Sembilan) Warga Tanjungpinang yang terkonfirmasi COVID-19, dengan Nomor 296-304, pada Senin, tanggal 05 Oktober 2020.

“Pada hari ini kami sampaikan penambahan 9  kasus baru terkonfirmasi positif COVID-19 yang merupakan hasil temuan kasus baru, sebagaimana hasil pemeriksaan swab dengan metode RT PCR yang
dilakukan di Laboratorium BTKL PP Batam, RSUD RAT dan RSAL Dr. Midiyato S Tanjungpinang,” kata Rahma.

Menurutnya, kasus baru ini terdiri dari 4 laki-laki dan 5 Perempuan. Adapun informasi terkait pasien yang baru terkonfirmasi tersebut adalah sebagai berikut, kasus 296 Tn. JA (57) Tanjungpinang Timur, bergejala dan memiliki riwayat perjalanan ke Bengkulu & Pekanbaru.

Kasus 297, Tn. IK (39) Batu IX Tanjungpinang Timur, tidak bergejala, namun kontak erat dengan kasus konfirmasi.

Kasus 298, Ny. SN (53) Batu IX Tanjungpinang Timur, bergejala, tidak ada riwayat perjalanan & riwayat kontak erat

Kasus 299, Ny. Li (66) Tanjungpinang Timur, Bukit Bestari, bergejala dan tidak ada riwayat perjalanan & riwayat kontak erat

Kasus 300, Tn. Ri (52) Tanjungpinang Timur, bergejala dan tidak ada riwayat perjalanan & riwayat kontak erat.

Kasus 301, Tn. SA (61) Sei Jang Bukit Bestari, bergejala dan tidak ada riwayat perjalanan & riwayat kontak erat.

Kasus 302, Ny. WM (56) Sei Jang Bukit Bestari Bergejala, tidak ada riwayat perjalanan & riwayat kontak erat.

Kasus 303, Nn. UT (16) Sei Jang Bukit Bestari, bergejala dan tidak ada riwayat perjalanan & riwayat kontak erat.

Kasus 304, Ny. HS (46) Sei Jang Bukit Bestari, bergejala dan tidak ada riwayat perjalanan & riwayat kontak erat.

Lanjut Rahma, Dinas Kesehatan PP & KB Kota Tanjungpinang melaksanakan tracing (penelusuran) pada orang-orang yang kontak erat dengan pasien dan tempat beraktifitas lainnya dan bila memenuhi kriteria kontak erat maka dilanjutkan dengan pengambilan swab hidung dan tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan dengan metode RT PCR di di BTKL PP Batam.

Pihak terus mengiimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi COVID-19 ini. Protokol kesehatan ini harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama.

“Adapun protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin,” imbuhnya 

Sementara, bagi pelaku perjalanan setelah pulang ke rumah, diharapkan melakukan karantina mandiri selama 14 hari, agar tidak menjadi sumber penularan ke orang-orang di sekitarnya. 

Selama karantina mandiri ini, kata Rahma, yang bersangkutan diharapkan selalu pakai masker saat di rumah, menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan anggota keluarga lainnya dan mencuci tangan dengan sabun.

(Mn)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here