TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Bagi masyarakat Kepulauan Riau, sosok Ansar Ahmad sangat fenomenal. Hampir seluruh rakyat disana mengenalnya, bukan hanya sebagai mantan bupati Kabupaten Bintan dua periode.


Tetapi masih banyak hal lain yang menarik dipelajari dari seorang Ansar Ahmad. Selain memiliki karakter yang sangat kuat dan dekat dengan rakyat. Ansar Ahmad tergolong memiliki watak yang santun dan ramah.


“Bagi saya, berada di tengah-tengah rakyat adalah kemewahan yang sesungguhnya, dimana muka ketemu muka, hati ketemu hati. Berdialog dan mendengarkan keluhan mereka secara langsung, tidaklah tergantikan,” ucap Ansar Ahmad dengan nada polos.


Oleh sebab itu, Ansar lebih lebih memilih bersama rakyat. Hasrat keinginan untuk menjadikan wilayah Kepri maju semakin kuat, dengan mencalonkan diri sebagai calon gubernur Kepri periode 2021-2024.


Demi mewujudkan cita-cita tersebut, Ansar pun menggandeng istri wali kota Batam, Marlin Agustina untuk sepakat bersama-sama membangun Provinsi Kepri makmur dan sejahtera.


Atas izin sang suami, Marlin juga semakin percaya diri maju mendampingi Ansar Ahmad sebagai calon wakil gubernur Kepri.
Sejumlah partai koalisi pendukung dan pengusung pasangan Ansar Ahmad – Marlin Agustina pun berkomitmen memenangkan Ansar-Malin.


Secara konsepsional dan arus dukungan Ansar-Marlin, sejatinya telah bergerak lebih cepat dan lincah. 

Anggota tim media paslon Ansar-Marlin, Suyono Saeran, menilai elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kepri, Ansar Ahmad-Marlin Agustina merangkak naik.

Kenaikan elektabilitas Ansar-Marlin itu  berkat kerja sama tim kampanye yang solid, para relawan dan rakyat Kepulauan Riau adalah pemilih yang rasional.

“Saya pikir berkat kerjasama tim yang solid. Kemudian kita bisa melihat dari tingkat pemilih di Batam, Karimun dan Bintan serta kawasan pesisir lainnya, pemilih di beberapa wilayah ini kan didominasi oleh pemilih rasional,” kata Suyono.

Menurut Suyono, masyarakat Kepri yang rasional itulah yang membuat mereka melihat fakta dan bukan opini yang dibangun oleh lawan Ansar-Marlin.


“Ansar Ahmad dianggap fenomenal, namanya melambung seperti Jokowi ketika nyapres tahun 2014 lalu. Ansar Ahmad memang putra daerah Kepulauan Riau yang namanya tumbuh secara alami. Track record karier politiknya pun juga sangat terukur,” ujar Suyono.

Suyono Saeran


Suyono juga menjawab alasan Ansar memilih berhenti dari DPR RI dan maju mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Kepri.


Karena menurut Suyono, kerisauan tentang Kepri yang masih stagnan. Apalagi dorongan begitu kuat mengalir dari para tokoh masyarakat, para pengusaha kuat, akademisi, kekuatan politik, kaum ibu-ibu, kaum mileneal dan aktivis yang menginginkan Ansar maju di Pilgub Kepri 2020.

“Ketika dirinya menyatakan maju di Pilgub Kepri, gaung dukungan langsung bergemuruh sampai ke pelosok dan pesisir di Kepulauan Riau. Sejurus itu sejumlah deklarasi dukungan di berbagai wilayah untuk memberinya dukungan juga muncul dimana-mana. Fenomena itu sebagai bukti kuat bahwa Ansar dinilai sosok yang tepat untuk Kepri ke depan,” tandasnya.


Nah, lanjut Suyono, ada lima alasan Ansar untuk maju mencalonkan diri sebagai gubernur Kepri. Pertama, komitmen Ansar Ahmad untuk mengangkat martabat masyarakat desa, pesisir dan pedalaman dalam program Kepri Bangkit dan Kepri Membangun, dipandang sebagai harapan kembalinya keberpihakan terhadap orang-orang kecil yang selama ini terpinggirkan secara struktural. Ini sesuatu yang tampaknya remeh. Tapi, semangatnya memilih untuk bersama dengan kepentingan masyarakat kecil tidak bisa dipandang sebagai sesuatu yang kecil.


Kedua, terobosan investasi murah dan mudah serta bantuan dan pemberdayaan terhadap UKM dinilai sebagai langkah taktis Ansar memakmurkan Kepuluan Riau. 


Ketiga, perhatiannya yang luar biasa pada dunia pendidikan, Posyandu, imam masjid, pengelola tempat ibadah, guru-guru PAUD, RT/RW, guru PTQ, dan bantuan stimulan bagi masyarakat kurang mampu merupakan jawaban bagaimana seorang pemimpin harus berdiri di tengah masyarakat yang dipimpinnya.


Keempat. Ansar Ahmad juga dikenal sebagai sosok pemimpin yang selalu memegang teguh komitmen hukum. Ansar adalah sosok yang dalam mengambil setiap keputusan mendasarkan kepada hukum yang berlaku. Karena itu, Ansar tak ada beban masa lalu, karena semuanya dilakukan dalam koridor hukum dan regulasi yang ada.


Kelima, Ansar diasosiakan publik sebagai sosok yang smart. Baik konsep, narasi, maupun kinerjanya. Identifikasi ini diakui publik karena memang dalam fakta sehari-hari Ansar merupakan sosok yang sederhana, murah senyum, baik hati, cerdas dan punya program yang realistis. 


Kesantunan dan sikap humble sebagai pola komunikasi politik Ansar dinilai juga mampu menimbulkan persepsi positif publik terhadap gaya kepemimpinannya yang merakyat.

Kemampuan Ansar menyapa dan mengajak bicara lawan politik juga menjadi faktor penting untuk menyatukan keterbelahan sosial dan polarisasi yang selama ini terjadi.


Setidaknya, lima faktor ini yang membuat jalan politik Ansar Ahmad semakin efektif dan mampu menjadi faktor magnetik rakyat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh padanya.

Apresiasi itu bisa dilihat dari hasil survei yang dari hari ke hari elektebilitasnya terus menanjak.(*)


Editor: Taufik. K

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here