Bupati Bintan Apri Sujadi

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Kemenristek/BRIN melalui Direktorat Sistem Inovasi, telah menginisiasi penyusunan model pengukuran indeks daya saing daerah (IDSD) yang diharapkan dapat menggambarkan kondisi dan kemampuan suatu daerah dalam mengoptimalkan seluruh potensi yang dimilikinya melalui peningkatan produktifitas, nilai tambah dan persaingan baik domestik maupun internasional demi kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan.

Dari 516 kabupaten/kota se-Indonesia, Bintan menempati posisi ke-47 dengan skor 2.9788 berdasarkan rilis Kemenristek/BRIN pada laman website indeks.inovasi.ristekbrin.go.id.

Dari hasil tabulasi nilai IDSD nasional untuk kategori kabupaten/kota se-Indonesia, Bintan berada pada posisi 47, Kota Tanjungpinang di posisi 57, Kota Batam 93, Kabupaten Natuna posisi 142, Kabupaten Karimun posisi 251 sedangkan Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga pada tahun 2020 ini tidak mengisi IDSD.

Diantara Kabupaten/Kota lainnya diwilayah Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Bintan berada pada urutan teratas diikuti dengan Tanjungpinang melalui kategori daya saing daerah dengan status ‘Tinggi’ sedangkan Kabupaten Lingga dan Kepulauan Anambas sama-sama pada posisi terbawah karena berdasarkan informasi didalam website Kemenristek/BRIN keduanya tidak mengisi.

Dengan adanya pemetaan potensi daya saing daerah khususnya bagi kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kepulauan Riau ini pada dasarnya menjadi modal utama untuk melihat perkembangan daerah berdasarkan kinerja serta inovasi yang dilakukan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Apalagi saat ini perkembangan digitalisasi era revolusi industry 4.0 mendorong pemerintah melakukan aksi nyata dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia lokal yang berdaya saing.

Plt Kepala Bapelitbang Bintan, Sutioso menuturkan pencapaian Pemda beserta masyarakat Kabupaten Bintan menjelaskan bahwa komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan daya saing daerah pada dasarnya akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Ini juga merupakan tanggung jawab serta amanah untuk memastikan bahwa sumber daya lokal di Bintan ini dalam perkembangannya di masa hadapan mesti bersaing dikancah regional, nasional bahkan pada level internasional.

“Data-data perkembangan IDSD-Bintan akan menjadi modal dasar bagi kami selaku penyelenggara pemerintahan sebagai materi kebijakan guna merumuskan kebijakan program yang lebih baik lagi dalam melakukan intervensi kebijakan dan program pembangunan-pembangunan daerah hingga pada level desa-kelurahan nantinya,” terangnya.

“Kita berharap ini menjadi stimulus di dalam mendorong inovasi masyarakat sehingga bisa berkontribusi dalam peningkatan daya saing daerah di Bintan dan Kepulauan Riau apalagi secara kewilayahan kita memiliki keuntungan lintas batas negara sekaligus tantangan di wilayah pulau-pulau dan pesisir,” timpalnya.

Sementara itu, Bupati Bintan, Apri Sujadi mengungkapkan upaya-upaya indeks inovasi daerah, selain mendorong daya saing daerah juga sebagai upaya untuk mewujudkan kemandirian suatu daerah. Dirinya juga mengatakan bahwa Bintan akan terus berbenah dengan berupaya melakukan terobosan-terobosan inovasi bagi kemajuan daerah sendiri.

“Daya saing saat ini menjadi salah satu parameter dalam konsep pembangunan daerah berkelanjutan. Tingkat daya saing suatu daerah juga menjadi salah satu ukuran kemandirian. Pemerintah dalam beberapa regulasi juga menekankan pentingnya utnuk terus melakukan inovasi bagi mendorong efektivitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan menciptakan nilai tambah bagi kemajuan dan perkembangan daerah itu sendiri,” katanya. (Btn)

Editor : Akok

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here