Azis Kasim Zou (kiri), Plt Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia mengizinkan keterisian kursi pesawat penuh meski masih di tengah pandemi Covid-19.

Ketentuan itu termuat dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi Covid-19 dan akan berlaku hingga 25 Januari mendatang.

Plt Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau, Azis Kasim Zou membenarkan bahwa edaran tersebut telah berlaku sejak 9 Januari yang lalu.

“Otomatis berlaku. Kita telah menerima informasi dari Bandara, kalau edaran itu udah diterapkan,” katanya, Kamis (21/1).

Azis juga mengaku bahwa pihaknya menerima keputusan Menteri Perhubungan karena tata laksana transportasi udara lebih tertib dibandingkan moda transportasi darat dan laut.

“Kita menerima ketentuan bahwa kursi terjual di pesawat yah sejumlah kursi, hanya bedanya preventif yang tadi,” ujarnya.

Ia menduga, edaran perhubungan itu untuk menyelamatkan maskapai penerbangan agar tidak mengalami kerugian.

Ia juga menduga, edaran Menhub itu sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

“Mungkin desakan ekonomi agar penerbangan tidak jeblok dan itu mungkin sudah atas izin presiden dan sebagainya maka Menteri Perhubungan mengeluarkan aturan seperti itu,” ujarnya.

Sebelumnya pada 9 Januari yang lalu, Dirjend Perhubungan Udara mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 yang meniadakan aturan yang membatasi jumlah penumpang maksimal 70 persen.

Meski ditiadakan, dalam Edaran tersebut, setiap maskapai penerbangan diwajibkan menyediakan 3 baris kursi di setiap pesawat sebagai area karantina penumpang yang terindikasi bergejala Covid-19.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here