TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menerima pengembalian kerugian negara sebesar Rp 8, 035 miliar dari tindak pidana kasus Korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) Tambang Bauksit di Pulau Bintan.

Kepala Kejati Kepri, Hari Setiyono mengatakan uang kerugian negara tersebut dikembalikan oleh saksi Ferdi Yohanes pemilik PT. Gunung Sion.

“Berdasarkan fakta persidangan perkara yang dilakukan di PN Tanjungpinang, uang hasil korupsi tersebut turut mengalir kepada saksi Ferdi Yohanes,” ujar Hari, saat jumpa pers di gedung Kejati Kepri, Rabu (17/3/2021).

Dan atas itikad baik yang bersangkutan, kata Hari, uang sebesar itu dikembalikan dan dititipkan ke rekening RPL Kejati Kepri di BRI Tanjungpinang.

“Selai itu ada pihak yang secara sukarela menyetor sejumlah uang atas kerugian negara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Kepri. Seperti terdakwa Junaidi sebesar Rp 165 Juta dan terdakwa Bobby Satiya Kifana senilai Rp 279 juta.

Uang kerugian negara tersebut, terang Hari, sudah menjadi status Barang Bukti (BB), yang nantinya akan digunakan untuk pengembangan penyidikan lebih lanjut.

“Statusnya berubah menjadi barang bukti, akan digunakan penyidikan dalam pengembangan selanjutnya,” pungkasnya. (Mis)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here