NATUNA,SIJORITODAY.com – Imam Besar Masjid Agung Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, H. Tirtayasa mengakui jemaah makin sepi sejak Asrama Haji yang terletak di samping rumah ibadah itu jadi pusat karantina pasien COVID-19.
Dia memaklumi kalau jemaah belakangan ini khawatir untuk datang shalat ke masjid berlokasi di pusat ibu kota Ranai itu, karena begitu dekat dengan tempat karantina COVID-19 tersebut.
“Tapi, kami imbau jemaah tak usah terlalu khawatir, sebab pasien COVID-19 di Asrama Haji diawasi ketat dan tidak dibenarkan keluar apalagi shalat di masjid agung,” kata Tirtayasa saat dihubungi via telefon, Senin (31/5).
Tirtayasa juga memastikan keberadaan tempat karantina pasien COVID-19 itu tidak sampai mengganggu pelaksanaan ibadah shalat wajib lima waktu di masjid dengan kubah menyerupai bangunan Taj Mahal India tersebut.
Kendati memang diakuinya kedatangan jemaah shalat di masjid itu menurun signifikan jika dibanding kondisi sebelumnya.
Dia mencontohkan pada ibadah shalat Jumat, yang biasanya mencapai tiga saf atau sekitar 360 orang, kini jadi turun satu saf lebih atau tidak mencapi 200 orang.
“Kalau jemaah shalat Zuhur dan Ashar, cuma diisi para pengurus masjid saja,” ujarnya.
Tirtayasa pun tak menampik bahwa memang ada beberapa variabel lainnya yang turut memicu penurunan jemaah masjid agung. Antara lain masjid itu berada di luar pemukiman masyarakat, kemudian selama ini jemaah shalat Zuhur dan Ashar didominasi pegawai sejumlah OPD Pemkab Natuna yang berkantor satu kompleks dengan masjid tersebut.
Sementara, lanjutnya, usai Asrama Haji jadi pusat karantina terpadu pasien COVID-19. Pegawai di kompleks itu diinstruksikan bekerja dari rumah (WFH).
Dari data terakhir ada sekitar 107 pasien COVID-19 dikarantina di tempat tersebut.
“Pemkab Natuna turut melarang warga berolahraga di komplek masjid agung akibat banyak pasien COVID-19 berolahraga di area setempat,” pungkas Tirtayasa. (Mn)












































