
BINTAN,SIJORITODAY.com – Sekelompok warga yang tergabung dalam Perkumpulan Keluarga Flores (PKF) Kepri memilih bertahan di halaman dalam dan luar Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan di Km 16 Desa Toapaya Selatan, Senin (7/6) siang.
Warga bertahan sampai tuntutan mereka agar Ketua PKF Kepri Ignatius Toka Soli dilepaskan dan tidak ditahan.

Pantauan dilapangan, sejumlah warga tetap bertahan di pintu utama Kantor Kejari Bintan, sebagian lagi bertahan di halaman dalam dan luar pagar Kantor Kejari Bintan.
Sejumlah aparat kepolisian tampak bersiaga dan dipersenjatai senapan laras panjang.
Namun, Ketua PKF Kepri Ignatius Toka Soli masih berada didalam Kantor Kejari Bintan. Di lokasi terlihat juga Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Dwihatmoko bersama jajarannya serta Kapolsek Gunung Kijang Iptu Melki Sihombing.
Kepala Kejari Bintan I Wayan menuturkan jika penahanan Ignatius Toka Soli karena penyidik berpendapat jika tidak dilakukan penahanan akan mengganggu proses penuntutan di Pengadilan Negeri nanti.
“Kalau tidak di lakukan penahanan di khawatirkan melarikan diri sehingga sulit untuk di lakukan penuntutan,” ucapnya.
Sebelumnya, sempat terjadi keributan adu mulut saat pihak Kejari Bintan hendak membawa seseorang yang terjerat kasus ITE Ignatius Toka Soli dari Kejari Bintan menggunakan mobil tahanan.
Ketua Bidang Hukum, Politik dan HAM PKF Provinsi Kepri Aloysius Dengano menyampaikan, jika sesuai dengan edaran Kapolri mengenai penanganan kasus ITE bisa diselesaikan lewat jalur mediasi.
Namun, kasus yang menjerat ketua mereka katanya justru berbanding terbalik dengan edaran Kapolri. “Sangat kita sayangkan karena UU ITE masih dalam revisi dan sudah ada edaran dari Kapolri bahwa kasus ITE bisa diselesaikan dengan baik antar pihak,” ucapnya.
Ia meminta agar Ignatius tidak ditahan. Bahkan mereka mengancam akan bermalam di Kantor Kejari Bintan untuk menghalau agar ketua mereka tidak dibawa untuk ditahan.
Hingga saat ini, situasi sudah kembali kondusif. Sekelompok warga masih tetap bertahan di halaman kantor Kejari Bintan dijaga puluhan petugas kepolisian bersenjata laras panjang. (Btn)
Editor : Redaksi







































