TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Tanjungpinang-Bintan angkat bicara terkait respon Ansar Ahmad Gubernur Kepri yang menanggapi santai aksi unjuk rasa yang digelar HMI pada Senin (7/06/2021) kemarin.

Ansar mengatakan, aksi para mahasiswa itu disebabkan oleh ketidaktahuan para mahasiswa. Ansar juga menegaskan, ia tidak pernah menjanjikan program 100 hari kerja.

Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Hendri menyayangkan Ansar Ahmad yang tidak menemui peserta unjuk rasa yang menyebabkan sang Gubernur salah tafsir.

“Kami sangat menyangkan Gubernur tidak hadir menemui kami pada aksi tadi siang, alhasil mengakibatkan salah penafsiran,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Hendri melanjutkan, dalam aksi unjuk rasa, pihaknya tidak ada membahas janji program 100 hari pemerintahan Ansar Ahmad dan Marlin. Sebab Ansar tidak pernah menjanjikan program 100 hari.

“Sekalipun kami meyakini model kinerja kepemimpinan yang Ideal mestinya punya tolak ukur yang jelas. Disini Perlu kami tegaskan bahwasanya kami hanya menuntut evaluasi terhadap apa yang telah dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam 100 hari kerja nya sejak dilantik 3 bulan yang lalu,” tegasnya.

Terakhir Hendri meminta agar mantan Bupati Bintan dua periode itu kembali memperhatikan tuntutan para mahasiswa yang sudah dimuat di beberapa media.

“kami rasa jika Pak Gubernur memperhatikan dengan cermat disitu jelas apa yang menjadi point dari tuntutan demi tuntutan kami. Kenapa bukan hal itu yang ditanggapi, tapi malah momentum 100 hari nya yang ditanggapi,” pintanya.

(Hairi)
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here