Dua ODGJ di Toapaya yang sudah berhasil disuntik vaksin Covid-19 oleh nakes di Puskesmas Toapaya, belum lama ini. Foto IST

BINTAN,SIJORITODAY.com – Perjuangan tenaga kesehatan (nakes) dalam melawan pandemi Covid-19, tak sebatas merawat penderita Covid-19. Membatasi waktu dengan keluarga karena tuntutan tugas adalah hal biasa.

Tak cukup sampai disitu, sejak wabah Covid-19 menjadi pandemi hingga saat ini, nakes adalah garda terdepan yang melawan pandemi ini. Tapi, tak banyan orang tahu perjuangan mereka menghadapi situasi sulit ketika harus membujuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk divaksin.

Kisah ini terjadi di Puskesmas Kecamatan Toapaya dimana ada 2 orang ODGJ yang berhasil dibujuk untuk mendapat vaksin. Kisahnya pun dibagikan langsung Kepala Puskesmas Toapaya Burhanuddin kepada media ini.

Bukan perkara mudah untuk membujuk ODGJ mengikuti program vaksin. Banyak rintangan melintang, meski begitu para nakes binaannya tak putus asa. Perjuangan agar seluruh masyarakat bisa mendapat vaksin adalah tujuan utamanya.

Pagi, siang hingga larut malam mereka bekerja agar program vaksinasi massal berjalan lancar. Namun, untuk membujuk ODGJ mau disuntik vaksin, ternyata butuh waktu dan proses.

Terungkap bahwa selama ini, pihak puskesmas telah menjalankan program kunjungan rumah. Program yang memang didesain untuk membantu masalah ODGJ diwilayah Toapaya. Burhan menceritakan jika tidak semua keluarga ODGJ mau mengikuti program tersebut.

“Ada juga keluarga yang tak mendukung,” ungkapnya.

Namun, progan yang dilakukan jajarannya itu membuahkan hasil. Ada dua ODGJ di Toapaya yang berhasil ikut program kunjungan rumah tersebut. Burhan menceritakan, jika pihak keluarga mendukung ODGJ masih ada harapan untuk menuju kesembuhan.

Dalam program kunjungan rumah, pihak kesehatan mendampingi mereka yang dengan gangguan kejiwaan untuk berkonsultasi dengan spesialis. Hal ini bertujuan agar mereka mau menjalani serangkaian pengobatan.

“Kalau sudah rutin minum obat, pasiennya bisa kooperatif, karena dari pihak keluarga juga amat mendukung,” paparnya.

Meskipun belum sepenuhnya pulih, namun dua ODGJ masing-masing berinisial SN warga Km 16 Desa Toapaya Selatan dan AP warga Mantrus Desa Toapaya sudah berhasil divaksin berkat kerja keras petugas kesehatan di Puskesmas Toapaya.

Namun, untuk menyuntikkan vaksin para ODGJ itu tetap dijemput dari rumahnya. Dibawa dengan sentuhan kelembutan sehingga dua ODGJ itu tetap kooperatif mengikuti program vaksin massal tersebut.

Burhan berharap, program vaksinasi massal yang ditujukan untuk seluruh masyarakat ini bisa terlaksana dengan baik. Perlu ada kesadaran dari masyarakat bahwa vaksin itu untuk melindungi diri dari bahaya Covid-19.

Hiraukan hoax-hoax yang beredar didunia maya, justru karena termakan hoax warga jadi ragu untuk divaksin. Padahal vaksin merupakan ikhtiar bersama dalam melawan pandemi Covid-19 agar bisa segera berakhir. (Btn)

Editor : Redaksi

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here