Momon Faulanda Dinata Anggota DPRD Kota Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Keseriusan Pemerintah Kota Tanjungpinang menangani pandemi Covid-19 dipertanyakan oleh Momon Faulanda Dinata anggota DPRD Tanjungpinang dari Fraksi Pembangunan Kebangsaan (PPP-PKB).

Di trend kasus positif Covid-19 yang meningkat, Pemko Tanjungpinang justru belum memiliki mesin swab tes Polymerase Chain Reaktion (PCR).

Padahal, di tahun 2020 Pemko Tanjungpinang berhasil merefocusing anggaran untuk penanangan Covid-19 sebesar 47 milliar Rupiah yang terpusat di BPKAD Tanjungpinang.

“Kemarin saya selaku anggota Banggar sudah melakukan rapat dengan berbagai instansi yang menggunakan BTT yang terkonsentrasi di BPKAD totalnya 47 milliar lebih,” katanya, Kamis (1/7/2021).

Momon mengungkapkan, di tahun 2020 Pemko Tanjungpinang sudah menganggarkan anggaran sebesar 2,4 milliar Rupiah untuk pengadaan mesin PCR ataupun alat bantu pernapasan ventilator.

Namun, hingga saat ini, realisasi anggaran itu belum dilaporkan ke DPRD Tanjungpinang. Untuk itu, dalam waktu dekat, DPRD akan sidak untuk mengetahui kebenaran pengadaan itu.

“Dulu itu, ada dianggarkan untuk RSUD itu 2,4 Milliar. Kalau tidak untuk membeli mesin PCR, untuk membeli alat bantu pernapasan ventilator,” ungkapnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan itu menerangkan, Kota Tanjungpinang dengan penduduk 200 ribu jiwa memerlukan mesin PCR untuk mendeteksi dini Covid-19. Sebab selama ini untuk mengetahui hasil swab Covid-19 diperlukan waktu tiga hari hingga seminggu karena sampel harus dikirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam sehingga penghentian penyebaran Covid-19 tidak maksimal.

“Kita ketahui, seseorang untuk mengetahui dia positif atau nggak, di swab hari ini paling cepat hasilnya keluar tiga hari bahkan seminggu karena dibawa ke BTKL Batam,” terangnya.

Di APBD 2021, Pemko Tanjungpinang sempat tidak menganggarkan pengadaan mesin PCR itu. Namun, setelah di evaluasi Gubernur Kepri, Pemko Tanjungpinang diwajibkan untuk membeli mesin PCR. Sehingga pos anggaran BTT yang tadinya 4 milliar Rupiah bertambah menjadi 12 milliar Rupiah.

Anggaran 12 milliar Rupiah itu terpakai sebesar 6 milliar Rupiah untuk penanggulangan bencana banjir awal tahun 2021 kemarin.

Meski demikian, Momon mengaku optimis dengan pengadaan mesin PCR itu. Sebab di tahun 2021, Pemko Tanjungpinang berhasil merefocusing anggaran sebesar 38 milliar Rupiah untuk pelaksanaan PPKM Mikro.

“Pemko Tanjungpinang berhasil merefocusing anggaran 38 milliar Rupiah, mudah-mudahan dengan dana sebesar itu di alokasikan lah untuk pengadaan alat swab tes PCR,” tambahnya.

Sementara itu, Yunisaf Direktur RSUD Tanjungpinang mengatakan bahwa Pemko Tanjungpinang sudah memiliki mesin PCR hasil hibah dari Kemenkes yang mampu digunakan sebanyak 42 sampel dalam sehari.

“Kami punya mesin PCR satu unit hibah Kemenkes. Sekitar 42 sekali jalan,” katanya.

Yunisaf juga membeberkan, rencana pengadaan mesin PCR sebanyak satu unit akan di realisasikan di APBD Perubahan tahun 2021

“Belum lagi realisasi nya, nunggu disahkan dulu DPA perubahan nya.

Ia juga menambahkan, jika tidak ada gangguan, seluruh pasien Covid-19 di Tanjungpinang menggunakan mesin PCR RSUD Tanjungpinang dibantu dengan mesin PCR milik RSUP Raja Ahmad Thabib dan RSAL Dr Midiyato Suratani Tanjungpinang.

“Nggak juga, RSUP punya. Kalau mesinnya lancar kita nggak perlu ke Batam. Diperiksa pagi malam udah keluar hasilnya,” tambahnya.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here