TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Pedagang kaki lima di Kota Tanjungpinang mengeluhkan kebijakan Rahma Wali Kota Tanjungpinang yang mengeluarkan edaran pemberlakuan jam malam dan pembatasan aktivitas masyarakat.
Seperti Barat Poetra misalnya, pedagang kaki lima yang buka di malam hari. Ia mengeluh omset penjualannya turun drastis bahkan tidak balik modal semenjak Rahma gencar melakukan razia penegakan Surat Edaran itu.
Apalagi, ditambah dengan ancaman sang Wali Kota yang akan menggembok kendaraan pelaku kerumunan. Selain itu, Rahma kembali mengancam menyiram pengunjung dan pengelola tempat usaha yang melanggar jam malam dengan mobil pemadam kebakaran.
Ancaman Rahma itu mengakibatkan pelanggan ketakutan dan kocar-kacir saat mendengar suara sirene mobil Satgas Covid-19 sebab takut terjaring razia.
“Sejak ibu Rahma mulai mengeluarkan Surat edaran dan sering sering sidak ke warung warung kopi, omset penjualan saya turun drastis dari biasanya bahkan minus, karena masyarakat takut untuk keluar sering sekali razia,” katanya, Jum’at (2/7/2021) malam.
Poetra juga merasa kecewa dengan kebijakan Rahma yang gencar melakukan razia di malam hari, padahal aktivitas masyarakat paling padat di siang hari.
“Bagaimana hitung-hitungan Wali Kota kenapa mesti jam 10 malam, apa alasan atau argumentasi kesehatannya sehingga jam 10 malam itu dianggap sebagai rawan akan corona,” ujarnya.
Ia menilai, di saat peningkatan kasus positif Covid-19 seperti ini. Pemko Tanjungpinang seharusnya menyalurkan bantuan Sembako bahkan BLT sebagai stimulus bagi pelaku usaha merugi selama pandemi Covid-19.
“Terlebih lagi saya tidak pernah dapat bantuan sembako bahkan BLT baik dari pemerintah pusat maupun pemko sendiri tapi jualan halal kami pun diganggu terus atas nama aturan corona,” tegasnya.
Poetra merasa kecewa dengan kebijakan Rahma yang tidak pro dengan UMKM khususnya pedagang kaki lima yang beroperasi di malam hari.
“Saya sangat menyayangkan sikap kepempinan dari ibu Wali Kota yang tidak pro terhadap pedagang kaki lima UMKM seperti kami ini, mungkin bukan saya aj merasakan seperti bahkan ada puluhan ratusan yang bernasib sama,” tambahnya.
(Nuel)











































