TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengatakan, vaksinasi bagi remaja atau pelajar usia 12-17 tahun tidak harus di sekolah, tetapi bisa dilaksanakan di luar sekolah.
“Yang terpenting semua pelajar di Kepri bisa vaksinasi. Tidak harus di sekolah. Jika imun anak-anak kita kuat insya Allah kita punya generasi yang sehat dan cerdas,” kata Ansar saat video conference bersama kepala sekolah dan pengawas sekolah SMA/SMK/SLB/MA se-Kepri di Graha Kepri, Batam, Senin (5/7).
Secara teknis, vaksinasi pelajar diawali dengan pemberian surat edaran yang ditujukan kepada para wali murid. Untuk menginformasikan jika penyebaran Covid-19 harus dihentikan secara bersama-sama dan seluruh masyarakat harus andil dalam hal ini, termasuk para remaja atau pelajar usia 12-17 tahun yang ada di Kepri.
Ansar menerangkan, setidaknya terdapat 227 ribu anak remaja usia 12 – 17 tahun yang akan di vaksin di Kepri. 89 persennya diantaranya merupakan pelajar SMP dan SMA.
Dari total jumlah remaja tersebut Pemprov Kepri menargetkan vaksinasi 10 ribu anak per hari dan diperkirakan selama 23 hari kedepan vaksinasi bagi pelajar di Kepri selesai.
“Target kita 23 hari ke depan selesai. Atau sekitar 10 ribu anak tiap hari. Dan bagi anak yang putus sekolah, pelaksanaan vaksinasi dikoordinasikan oleh Kepala Desa atau Lurah setempat,” tuturnya.
Vaksinasi Covid-19 bagi anak-anak termasuk pelajar ini direncanakan akan di launching di SMAN 1 Ranai, Kabupaten Natuna.
Kepala BKKN Provinsi Kepri Medi Arianto mengatakan, vaksinasi pelajar ini harus mendapatkan persetujuan dari orang tua untuk menghindari adanya unsur pemaksaan.
Kadis Pendidikan Kepri Muhammad Dali berharap vaksinasi pelajar dapat mengikuti arahan Gugus Tugas dan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota serta berkoordinasi bersama korwas Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan korwas Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS).
“Vaksinasi terlebih dahulu dilakukan bagi pelajar kelas 12 dan 11. Adapun untuk kelas 10 karena masih PPDB, maka menunggu selesai pengumuman penerimaan dan melakukan daftar ulang,” harapnya. (*)












































