TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Panitia lomba menulis kebangsaan yang diinisiasi oleh anggota DPRD Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin resmi mengumumkan para pemenang.
Dari ratusan pelajar SMA sederajat yang berpartisipasi, ada enam nama pemenang yang berhak mendapatkan hadiah jutaan Rupiah.
Keenam pemenang itu yakni Andini Fitria Sabilla dari SMAN 4 Tanjungpinang, Laily Rahmawati dari MAN Insan Cendikia Batam, Rizky Arfahni Simanungkalit dari SMKN 2 Karimun, Yemima Viagustin dari SMAN 21 Batam, Juanita Eunike dari SMAN 4 Tanjungpinang, dan Peni Melinda dari SMKN 4 Tanjungpinang.
Hadiah untuk para pemenang diserahkan langsung oleh Wahyu Wahyudin di kantor Komisi IV DPRD Kepri.
Wahyu mengatakan, lomba menulis kebangsaan ini untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas pelajar di masa pandemi.
“Agar anak-anak ini terlatih bagaimana menulis yang benar dan mengembangkan imajinasi dalam tulisan,” katanya, Rabu (18/8/2021).
Dikatakan Wahyu, ratusan peserta menulis didominasi oleh pelajar dari Kota Batam, Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun.
Melihat animo pelajar yang tinggi, Wahyu berjanji akan kembali menggelar lomba menulis di tahun mendatang dengan tiga kategori yaitu pelajar, mahasiswa dan umum.
“Tahun depan saya akan buat lebih besar lagi, nanti kita buat untuk pelajar, mahasiswa dan umum,” ujarnya.
Tak lupa, anggota fraksi PKS itu menyemangati pelajar yang belum berhasil memenangkan lomba. Ia berharap, lomba menulis dapat memotivasi para pelajar untuk terus belajar.
“Bagi adik-adik yang belum berkesempatan menang, jangan patah arang atau lemah semangat ya, karena ini hanyalah kompetisi, teruslah berkarya dan tingkatkan kemampuan menulis adik-adik semuanya,” ucapnya.
Andini Fitria Sabilla juara 1 lomba menulis kebangsaan mengaku senang tulisan yang ia siapkan selama empat hari berhasil mengantarkannya menjadi juara.
Awalnya ia sempat ragu, namun berkat motivasi sang guru, ia pun memberanikan diri mengikuti lomba.
“Senang banget, perjuangan untuk menulis ini terbayar,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Juanita Eunike juara harapan II, awalnya ia kurang berminat mengikuti lomba, namun karena dorongan gurunya akhirnya ia pun memberanikan diri.
Kini, Eunike ingin mengasah keterampilan di ajang lomba menulis kepahlawanan di tingkat Provinsi Kepri.
“Guru ada kasih Informasi lagi ada lomba menulis tema kepahlawanan tingkat provinsi, pengen ikut lagi,” tuturnya.
Demikian pula dengan Peni Melinda juara harapan III, ia termotivasi untuk mengikuti lomba dan menunjukkan kemampuannya dalam menulis kepada guru dan orangtuanya.
Kini, ia malah ketagihan untuk terus berpartisipasi di berbagai ajang menulis.
“Awalnya ingin coba-coba, mau membuktikan diri ke guru kalau kita bisa menulis. Ingin coba lagi kalau ada kegiatan,” tambahnya.
(Nuel)












































