LINGGA, SIJORITODAY.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga, Mulkan Azima mengatakan akan mulai mengoperasikan satu unit mesin Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) di RSUD Encik Maryam, Daik Lingga.

Disampaikan Mulkan, mesin PCR ini awalnya akan dioperasikan di RSUD Dabo. Namun akibat alat pendukung yang kurang lengkap, mesin PCR dipindah ke RSUD Encik Maryam.

“Disini lengkap, insyaallah rumah sakit ini siap,” katanya, Jum’at (27/8/2021) lalu.

Ia menyebut, mesin PCR dipesan di Bandung dan dalam waktu dekat akan didistribusikan ke RSUD Encik Maryam.

“Mesin RT-PCR ini keberadaannya sudah hampir 2 bulan di kantor kita. Karena memang ini tidak bisa langsung dipakai tetapi butuh alat pendukung lainnya,” jelasnya.

Sementara untuk RSUD Dabo, Dinkes sudah mengusulkan satu unit mesin RT-PCR ke Kementerian Kesehatan, yang semula diperuntukkan untuk RSUD Encik Maryam.

“Dulunya memang mesini yang diusulkan ini bakal ditempatkan di RSUD Encik Maryam. Karena hal tadi jadi putarkan, atau dialihkan,” ucapnya.

Ia menargetkan minimal bulan depan, mesin RT-PCR sudah mulai dirakit oleh tim teknisi dan dapat segera dioperasikan di RSUD Encik Maryam.

Mulkan juga meminta pihak rumah sakit agar segera menyiapkan admistrasi pendukung seperti izin dan operator yang terlatih. 

“Memang di RSUD Encik Maryam itu kekurangan analis, lebih kurang dua. Kita juga berpesan agar analis nanti dilatih, untuk mengoperasikan mesin RT-PCR ini,” harapnya.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar meminta Dinkes untuk segera mendistribusikan mesin RT-PCR agar segera dioperasikan di rumah sakit.

Menurutnya, hasil tes PCR memiliki akurasi tinggi dalam menentukan seorang pasien positif terinfeksi Covid-19 atau tidak dan sangat membantu penanganan pasien agar bisa segera disembuhkan. 

“Minimal dapat dipergunakan untuk pasien yang bergejala berat. Mesin PCR ini setelah selesai di rakit oleh teknisi harus segere disosialisasikan oleh dokter atau nakes, terkait pemakaiannya dan dipergunakan untuk pasien covid yang seperti apa,” ujarnya.

Menurut Nizar, rumah sakit menjadi tempat yang paling menentukan untuk merespons situasi pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Walaupun ditengan pandemi, di segala keterbatasan kita. Saya juga mengapresiasi kerja keras dari dinas. Begipun target vaksinasi nantinya, itu sisanya perlu didata dan dipercepat kan,” papar Nizar. 

Ia berpesan agar masyarakat Lingga untuk tetap tenang dan perbanyak syukur ditengah masa yang serba terbatas ini. 

“Semoga segala persiapan kita maksimal, untuk mengurangi angka penularan. Kasus konfirmasi segera turun. Dan berdoa bersama agar secara umum pandemi ini segera berakhir,” harap dia.

(Rudi)
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here