Anggota DPRD Kepulauan Riau, Sahat Sianturi

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Kepulauan Riau, Sahat Sianturi menyayangkan penurunan proyeksi APBD Kepri tahun 2022.

Menurutnya, sewajarnya APBD mengalami peningkatan dari tahun ke tahun nya dan bukan mengalami penurunan.

Dikatakan Sahat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri saat ini masih ditopang dari daratan. Padahal wilayah Kepri didominasi perairan.

Seharusnya Pemprov Kepri mengoptimalkan PAD dari sektor kelautan dengan mendukung kaum nelayan.

“Kepri ini kan 96 persen wilayahnya lautan, tapi saat ini kita tidak ada dapat apa-apa dari sektor laut itu,” katanya, Senin (25/10/2021).

Politisi PDI Perjuangan itu pun mengungkapkan bahwa PAD Kepri didominasi dari pajak kendaraan bermotor dan pajak bahan bakar.

Ia pun meminta agar Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengevaluasi kinerja dan memilih Kepala OPD yang mampu meningkatkan PAD.

“Pak Gubernur sudah harus bisa juga mengevaluasi kepala OPD mana yang bisa meningkatkan PAD,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPRD, Ansar Ahmad menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2022 sebesar Rp 3,772 trilliun dengan rincian proyeksi pendapatan sebesar Rp 3,412 triliun dan belanja sebesar sebesar Rp 3,772 trilliun.

Angka ini terbilang jauh lebih kecil dari APBD 2019 yang mencapai Rp 3,833 trilliun.

Ansar menyebut, penurunan APBD disebabkan oleh retribusi labuh jangkar yang diambil alih Pemerintah Pusat dan fluktuasi penerimaan negara di masa pandemi Covid-19.

“Labuh jangkar sampai saat ini belum bisa kita pastikan. Penerimaan negara seperti ini, ada kemungkinan terjadi penurunan dan sisi lain ada kenaikan, kan kita perlu antisipasi,” tambahnya.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here