Ansar Ahmad Gubernur Kepulauan Riau

BINTAN, SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyikapi permintaan Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri Hanafi Ekra yang meminta agar Pemprov Kepri mengambil alih pengelolaan Bintan Tourism Institute.

Menurut Ansar, pengelolaan kampus BTI itu bukan wewenang Pemprov Kepri karena yayasan kampus merupakan aset Pemkab Bintan.

“Biar nanti Bupati pikirkan itu, itu urusan Kabupaten,” katanya, Senin (25/10/2021).

Ansar menyebut, bahwa yayasan itu juga sudah terkontaminasi dengan kepentingan politik dan perlu dimurnikan dengan revitalisasi.

“Mungkin yayasannya perlu direvitalisasi. Kemarin kan kampus itu sudah ikut urusan politik sana-sini, jadi memang sudah tak murni lagi,” ujarnya.

Mantan Bupati Bintan dua periode itu pun mengungkapkan bahwa kampus BTI itu akan dialihfungsikan menjadi lembaga pelatihan khusus pariwisata.

“Mungkin bisa dijadikan lembaga pelatihan kerja khusus pariwisata,” ujarnya.

Sebelumnya, Hanafi Ekra menyayangkan penutupan kampus Bintan Tourism Institute pada 1 November mendatang.

Menurut Hanafi, Pemprov Kepri seharusnya mengambil alih pengelolaan BTI. Apalagi kampus ini berperan penting mengembangkan SDM tempatan agar bisa bersaing dalam industri pariwisata di Bintan dan Kepri pada umumnya.

Lulusan BTI ini juga termasuk jempolan, banyak alumni yang terserap menjadi tenaga kerja pariwisata yang terampil di Kepri khususnya Bintan.

Hanafi mengaku khawatir, ditutupnya kampus BTI ini akan berdampak pada kurangnya tenaga kerja yang terampil yang otomatis akan menambah angka pengangguran.

“Masalah masyarakat itu adalah persoalan minimnya lapangan kerja, masalah perusahaan adalah minimnya tenaga kerja terampil kalau ini dipadupadankan bisa menyelesaikan persoalan pengangguran. Sekolah menciptakan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan pasti perusahaan tidak sungkan-sungkan untuk merekrutnya,” ujar Hanafi.

Hanafi pun meminta agar kampus BTI dialihfungsikan menjadi lembaga pelatihan khusus pariwisata jikalau Pemprov Kepri tidak dapat mengambil alih pengelolaan kampus.

“Saran saya Pemprov Kepri bisa ambil alih dengan tata kelola yang lebih profesional tentunya atau jika memang tidak bisa diselamatkan saya berharap Disdik dan Disnaker bersinergi untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil di bidang pariwisata agar SDM tempatan bisa bekerja dan menjadi tuan di daerahnya,” tambahnya.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here