
TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang meminta masyarakat waspada akan potensi cuaca ekstrem di Kepri pada bulan Desember dan Januari mendatang.
Khalid Fikri Prakirawan BMKG Tanjungpinang mengatakan, selama bulan Desember hingga Januari mendatang, cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi sangat berpotensi terjadi.
“Desember nanti Perkiraannya curah hujan akan meningkat dibandingkan bulan ini, namun tidak menutup kemungkinan di akhir November akan meningkat lebih dulu dan diawal desember malah berkurang,” katanya, Senin (29/11/2021).
Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya potensi peningkatan curah hujan yang juga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
“Kita tau sendiri kalo di Kepri ini kalo sudah masuk musim angin Utara ya istilahnya di bulan November, Desember,januari diperkirakan kecepatan angin itu tinggi, Senin (29/11/2021) pagi.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang .
Adapun, potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang akan terjadi di Kepri khususnya di perairan Utara Natuna dan Anambas yang diperkirakan pada awal Desember nanti tinggi gelombang mencapai 6 meter bahkan lebih.
“Awal Desember di perairan Utara Natuna dan anambas diperkirakan maksimal hingga 6 meter, namun gelombang itu seperti seperti orang berlari kadang kuat larinya kadang melemah,” terangnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak, wilayah Kepri berpotensi terjadi banjir, hujan ekstrem, longsor, angin puting beliung dan disertai petir.
Khalid menyarankan masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan cuaca setiap hari agar dapat mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem yang akan datang.
“terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG, kami berusaha menjadi terdepan dalam memberikan informasi cuaca, setiap pagi juga udah mempublikasi prakiraan cuaca harian jam 7 pagi sudah membagikan kondisi cuaca, arah kecepatan angina, suhu kelembaban,dan titik panas (hotspot),” tambahnya.
(Helen)
Editor: Nuel






































