Anggota Komisi IV DPRD Kepri Wahyu Wahyudin menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Nongsa, Sei Beduk, Galang dan Bulang, Kota Batam, Selasa (28/12/2021).

BATAM, SIJORITODAY.com – Anggota DPRD Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) Nongsa, Sei Beduk, Galang dan Bulang, Kota Batam, Selasa (28/12/2021).

Dalam rangkaian reses masa sidang ketiga tahun 2021 itu, Wahyu benar-benar peka mendengarkan setiap aspirasi konstituen.

Politisi PKS itu menuturkan, dalam kegiatan reses, masih ada sejumlah warga yang mengeluh karena belum memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS.

Akibat keterbatasan biaya, warga tidak mampu membawa keluarganya yang sakit ke rumah sakit dan terpaksa harus dirawat di rumah.

Menurut Wahyu, sudah seharusnya Pemprov Kepri melindungi masyarakat yang belum memiliki BPJS dengan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Dengan Jamkesda, pemerintah dapat memastikan adanya pemerataan akses kesehatan yang berkeadilan.

Namun, Jamkesda ini sulit direalisasikan akibat Dinas Kesehatan Kepri yang masih memiliki hutang.

“Masih ada beberapa warga yang belum punya BPJS, sehingga keluarganya dirawat di rumah dan meninggal. Ada Jamkesda tapi nggak bisa karena banyak hutang,” katanya, Selasa (28/12/2021).

Selain kesehatan, Wahyu juga mendengarkan keluhan angkatan kerja yang sulit mengakses pekerjaan khususnya di Batam.

BPS mencatat, per Agustus 2021, jumlah pengangguran terbuka di Kota Batam mencapai 11,79 persen atau 94.384 orang.

Ini menjadikan Batam sebagai yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Kepri.

Anggota Komisi IV ini pun meminta agar Pemprov Kepri meluncurkan kebijakan yang mampu membuka lapangan kerja baru dan memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Pengangguran banyak, pemerintah harus jeli melihat dan mendengar keluhan masyarakat,” tuturnya.

Masyarakat juga meminta agar Pemprov Kepri dan Pemko Batam segera mengatasi banjir yang belakangan ini kerap terjadi dengan membangun dan memperbesar saluran drainase.

“Sudah seharusnya ada pembangunan ataupun perbaikan drainase untuk mengatasi banjir,” pintanya.

Wahyu menambahkan, di tahun mendatang, pemerintah harus mengadakan infrastruktur pelayanan publik yang memadai dan merata.

Semenisasi jalan perlu di intensifkan karena masih ditemukan jalanan tanah maupun berbatu.

“Infrastruktur pelayanan publik perlu dibangun merata, semenisasi jalan juga perlu digenjot,” tambahnya.

(Nuel)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here