Sampah Memiliki Nilai Ekonomis
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kepri, Hendri

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Tanpa di sadari banyak orang, sampah memiliki nilai ekonomis dan dapat menciptakan peluang lapangan pekerjaan baru.

Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kepri, Hendri saat berbincang dengan wartawan Sijoritoday, Kamis (17/2) kemarin.

Ia menuturkan, jangan remeh. Meski terkesan sepele namun sampah bila di kelola dengan baik bisa menghasilkan.

Hanya saja, sampai saat ini, masih banyak warga yang belum sadar. Bahkan membuang sampah sembarangan. Mulai di kawasan pemukiman warga maupun pinggir pantai.

Hal ini tentu merusak ekosistem laut dan bahkan merusak pemandangan. Serta menimbulkan pencemaran udara serta tak menutup kemungkinan banjir.

Hendri menuturkan, ada beberapa teknik yang dilakukan mengelola sampah menjadi uang. Mulai dari mengumpulkan sampai dengan mendaur ulang dan menjualnya kembali.

Bukan hanya sampah industri namun juga sampah rumah tangga.

Ia menuturkan, misalnya sampah-sampah rumah tangga jangan di buang sembarangan. Warga bisa mengumpulkan dan menjual ke bank-bank sampah tersedia.

Kedua, membentuk suatu komunitas dan mendaur ulang menjadi kreativitas. Bahkan skala besar bisa di olah menjadi berbagai produk seperti yang sudah dilakukan di Batam.

“Sampah bisa memiliki nilai ekonomis. Bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Intinya perlu sepemahaman pemikiran,” tuturnya.

Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Ia mengingatkan warga tak membuang sampah sembarangan. Khususnya ke pinggir pantai. Tak bisa di pungkiri sampai kini masih banyak sampah berserak di laut.

Ini membuktikan, kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Padahal bisa di kelola dan menghasilkan.

Terkait pencegahan ini, ia mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Meminta warga membuang sampah pada tempatnya dan bisa menjual di bank sampah tersedia.

“Di beberapa pemukiman sudah ada bank sampah. Begitu juga di Penyengat, Kampung Bugis dan beberapa daerah lainnya,” papar mantan Kepala DLH Tanjungpinang tersebut.

Selain itu, pihak DLHK juga sudah menyediakan tempat sampah di kawasan pesisir, hanya saja di katakan masih kurang.

“Penanganannya terus dilakukan namun belum memadai orangnya. Berapa volume sampahnya ada berapa banyak nanti, butuh karung lagi,” ungkapnya.

Hendri menuturkan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan sangat di perlukan. (helen)

Editor : Desi

Baca Juga : Tingkatkan PAD, Wajib Bayar Retribusi Sampah

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here