Lapak Jualan
Terlihat pedagang menunggu relokasi atau tempat berjualan pasca robohnya Pasar KUD.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Terdata, 40 pedagang belum mendapat tempat atau lapak berjualan. Pasca robohnya bangunan pasar KUD Kota Tanjungpinang.

Hal ini d isampaikan salah satu pedagang ikan Pasar KUD, Herianto kepada Sijoritoday, Senin (7/3).

Ia menuturkan, sampai saat ini puluhan pedagang masih menunggu. Belum mendapat tempat berdagang yang baru. Terkait kondisi ini sangat di sesalkan.

Berdagang adalah satu-satu mata pencarian bagi keluarganya. Bila belum dapat tentu menganggu ekonomi atau keberlangsungan hidup.

Dituturkannya, sebagian pedagang sudah pindah berjualan ke Pasar Mini Bestari. Tentu ini disyukuri namun sebagian lagi belum mendapat kejelasan.

“Sistemnya siapa cepat maka dapat. Tentu ini merugikan sebagaian pedagang. Harapannya, semua pedagang bisa mendapat tempat berjualan untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya kepala daerah menyebutkan ada beberapa tempat relokasi. Saat ini yang tersedia Pasar Mini Bestari.

Sisanya masih membangun komunikasi kepada pemilik lahan atau tempat.

Herianto menilai, kondisi ini terjadi karena tidak ada pendataan yang jelas. Khususnya dari pengelola yaitu PT TMB Tanjungpinang serta Pemko Tanjungpinang melalui OPD terkait.

Menurutnya yang terpenting saat ini ada tempat berjualan. Terkait lokasinya tentu perlu pembahasan bersama agar persoalan ini bisa selesai.

Pedagang lainnya Mulyadi mengaku kejadian itu menyebabkan para pedagang merugi hingga belasan juta rupiah.

“Tidak ada informasi dan arahan. Ibu Rahma (Wali Kota Tanjungpinang) hanya datang pagi itu dan sepertinya langsung pergi. Tidak ada tanya pedagang,” ucapnya.

Ia mengharapkan pengelola dan Pemko Tanjungpinang segera menyelesaikan keluhannya saat ini. Terutama prihal lapak dan kerugian yang di alami pedagang.

“Tentu ini tidak salah pedagang. Selama ini berjualan dan membayar sewa sesuai ketentuan. Ini musibah, harapannya bisa di bantu pemerintah daerah,’ ucapnya.

Untuk diketahui, lantai Pasar KUD Tanjungpinang roboh dua kali. Pertama 22 Februari lalu. Setelah itu, roboh kembali 5 Maret lalu.

Dimulai dari pelataran Pasar KUD yang bahkan ada lima korban luka-luka. Serta sorenya, seluruh lantai pasar roboh. (helen)

Editor : Liza

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here