NATUNA,SIJORITODAYA.com – Ketua komisi II DPRD Natuna Marzuki SH menilai fungsi pengawasan PSDKP Natuna sangat lemah dalam menjalankan tugasnya.
Mengawasi kapal-kapal cantrang atau canggih beroperasi di Laut Natuna.
Hal ini di sampaikan di sela-sela Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait keluhan pada nelayan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Natuna, Selasa (8/3).
Ia menuturkan, beberapa waktu yang lalu, Polairud Polres Natuna menangkap KM. Samudra di perairan Laut Pulau Subi.
Di duga melanggar batas wilayah tangkap yang diizinkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Politisi Gerindra itu minta peran PSDKP Natuna melakukan pengawasan lebih aktif dan ketat.
Seharusnya, semua kapal yang di beri izin terpantau melalui Automatic Indentification System (AIS).
” Kepala PSDKP menyampaikan, mereka memiliki alat deteksi canggih pelacak kapal yang melanggar batas wilayah tangkap. Ini harus di fungsikan,” tuturnya.
Sambung Marzuki, namun yang aktif untuk patroli itu dari Polairud. Tentu ini menjadi tamparan keras untuk pihak PSDKP Natuna.
Lanjut ketua komisi II, seharusnya pihak bisa berperan pro aktif dalam menjalankan fungsi pengawasan.
Ini berdasarkan tugas yang di delegasikan Kementerian Kelautan Perikanan kepada jajaran PSDKP.
“Membuktikan masih lemahnya pengawasan dilakukan OPD terkait,” ucapnya.
Ia menyarankan, kedepannya ada evaluasi kinerja PSDKP Natuna dalam menjalankan tugasnya.
Upaya memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi para nelayan lokal. Agar tidak terganggu oleh kapal cantrang yang beroperasi di wilayah Natuna.
Lanjut Marzuki, sampai saat ini berdasarkan laporan nelayan masih banyak kapal luar melanggar batas wilayah tangkap. Beroperasi di bawah 30 Mil.
Ia menyebut, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja Polairud Polres Natuna. Sudah membantu mengawasi Laut Natuna dari pelanggaran kapal- kapal besar.
” Kami sangat berterimakasih kasih kepada Kapolres Natuna melalui kinerja nyata Polairud. Ini membuktikan adanya sinergi. Kalau di biarkan kapal ini menjarah laut kita tanpa mengikuti aturan yang ada jelas sangat berdampak pada penghasilan nelayan tradisional kita” ucap Marzuki. (daeng)
Editor : Liza











































