Mediasi Harga Sewa Bincen
Rapat bersama Kabag Ekonomi Hendrawan dan Direktur Sinar Bahagia Grup Soeryono.

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – Asosiasi Pedagang Pasar Bintan Center melakukan mediasi harga sewa lapak Pasar Bintan Center, Selasa (15/3/2022).

Dihadiri Direktur PT Bintan Bestari (Sinar Bahagia Group) Suryono dan juga perwakilan Pemko Tanjungpinang melalui Kabag Ekonomi Hendrawan.

Pasar milik PT Bintan Bestari yang akan habis masa kontrak dengan Pemko Tanjungpinang 2023. Rencannya tidak akan di perpanjang, membuat para pedagang menjerit.

Pasalnya harga sewa lapak mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah per tahunnya.

Berikut harga sewa lapak Pasar Bintan Center, kios ukuran 3×3 senilai Rp27 juta per tahun dan Rp125 juta per lima tahun.

Klasifikasi pedagang kain dengan ukuran kios senilai Rp17 juta per tahun dan Rp75 juta per lima tahun.

Selain itu, pedagang kain dengan ukuran kios lebih besar senilai Rp22 juta per tahun dan Rp 100 juta per lima tahun.

Kios berukuran 4×3 sebesar Rp32 juta per tahun dan Rp150 juta per lima tahun

Mengenai lapak meja ikan di tengah pasar Rp18 juta dan Rp90 juta perblima tahun. Serta jenis hook Rp28 juta per tahun atau Rp140 juta per lima tahun.

Untuk lapak sayur di tengah pasar Rp16 juta dan di hook Rp 26 juta pertahun. Serta Rp80 juta dan Rp130 juta per lima tahun. Serta untuk lapak daging sama dengan harga lapak sayur.

Suryono mengungkapkan pihaknya akan mempertimbangkan kembali harga sewa lapak sesuai permintaan pedagang.

“Saya pertimbangkan tidak semuanya berubah. Kami lihat satu persatu usahanya sampai di mana. Jika usahanya maju kita tidak turunin harga sewanya. Kalau dia tidak mampu atau bisnisnya tidak maju kita perhatikan dan pertimbangkan,” ujar Suryono.

Menurutnya dengan harga yang cukup tinggi itu di gunakan untuk merehap bangunan pasar. Mengingat usia bangunan pasar yang telah lebih dari 20 tahun perlu pemeliharaan dan perbaikan.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Bintan Center, Ibrahim mengatakan harga sewa lapak menurutnya masih terlalu tinggi dan meminta pihak Sinar Bahagia Grup bersama pemerintah daerah memberikan solusi.

“Jadi hasil rapat pada hari ini belum ada kesepakatan, yang kita ajukan tadi sudah masuk ke PT Sinar Bahagia Group. Nanti kita lakukan perundingan susulan, mudah-mudahan kita mendapatkan hasil yang maksimal untuk kepentingan orang banyak, ” ujar Ibrahim.

Diketahui harga lapak yang di ajukan oleh para pedagang sebesar Rp7 juta per tahun untuk kios kain. Pedadang di kios sayur posisi di dalam pasar Rp7,5 juta dan Rp10 juta di hook

Sementara untuk lapak meja ikan dan sayur, Rp10 juta di tengah pasar dan Rp 12 juta di hook. Lapak daging di minta Rp8 juta dengan posisi di tengah dan Rp 10 juta di hook, serta meja asesoris sebesar Rp 4 juta.

Hal selaras di sampaikan kuasa hukum pedagang Pasar Bintan Center, Ibnu Arifin meminta agar pihak Sinar Bahagia juga memikirkan nasib pedagang yang turut menumbuhkan ekonomi di kawasan Bintan Center.

“Para pedagang ini kan membangun dari awal ekonomi di sana, kami harap Pak Suryono juga mempertimbangkan itu. Bukan mau minta di gratiskan tapi meminta win-win solution, agar cipta kolaborasi antara pengembang dan para pedagang,” pungkasnya.

Tahun Depan Pemko Bangun Pasar

Waka I DPRD Tanjungpinang Fathir yang menilai, tahun depan Pemko Tanjungpinang bisa membangun pasar tradisional di kawasan Timur.

Pertimbangannya pertama, anggaran pembangunan sangat memungkinkan dari pusat. Pemko hanya perlu menyediakan lahan dan DED yang bisa di selesaikan di APBD Perubahan 2022 ini.

“Saya yakin pasar bisa siap tahun 2023 mendatang. Paling lama di tahun 2024 tentu para pedagang bisa direlokasi sementara daripada harus dipaksa menyewa lapak pihak ke tiga dengan harga mahal,” tuturnya.

Ia menilai, biaya lahan dan DED paling Rp2 miliar. Dari anggaran ini sudah membantu masa depan pedagang dan juga masyarakat secara menyeluruh.

Kondisi harga sewa lapak tersebut menurutnya sudah tidak wajar. Sebab, sebagian besar pedagang harus meminjam kepada lembaga penyedia jasa perkreditan.

Bila demikian tentu memberatkan. Ini artinya, omzet mereka hanya membayar cicilan. Jika pun ada untung hanya untuk biaya makan.

“Ini tentu berat padahal harusnya para pedagang bisa disejahterakan agar anak-anak bisa mengecap pendidikan dan kesehatan yang lebih baik,” paparnya.

Anggota DPRD Tanjungpinang Ria Ukur Rindu Tondang meminta Pemko Tanjungpinang hadir memberikan solusi. Sebagai pasar masyarakat sudah sewajarnya harga kios turut serta di pantau.

Bila tidak, maka solusinya mencari lahan dan membangun pasar di kawasan Timur yang di kelola Pemko.

Ia menilai, ini sangat memungkinkan dilaksanakan. Mengingat biaya pembangunannya bisa dari pusat. (Miscbah/prb)

Editor : Liza

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here