Rapat Paripurna
Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin bersama Gubernur Ansar Ahmad dalam rapat paripurna penyampaian LKPj Tahun 2021, Kamis (31/3/2022).

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Pemerintah Pusat bakal menjadikan Kepri sebagai hub ekspor produk dan jasa UMKM Indonesia bagian barat.

Kepri dinilai memiliki letak yang strategis berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia, Kamboja, dan Thailand.

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin optimis, dengan penetapan ini perekonomian Kepri akan semakin meningkat.

Produk UMKM dari seluruh Provinsi Indonesia bagian Barat nantinya akan dikumpulkan di Kepri sebelum di ekspor ke luar negeri.

“Dengan Kepri menjadi hub ekspor otomatis perekonomian kita akan meningkat, aktivitas perdagangan pun semakin padat,” katanya, Kamis (31/3/2022).

Peluang Lapangan Kerja

Wahyu juga optimis, dengan kebijakan ini, jumlah lapangan kerja semakin bertambah dan pengangguran menurun.

Sebab itu, Pemprov Kepri mesti berbenah untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi angkatan kerja melalui program pelatihan.

Pembangunan sekolah kejuruan pun harus menjadi prioritas, fasilitas penunjang praktik harus memadai agar mendapatkan tenaga kerja yang terampil.

Anggota Fraksi PKS itu mengaku risau jika lapangan kerja yang besar itu harus di isi pekerja dari luar daerah maupun tenaga kerja asing.

“Anak Kepri harus mendapatkan kekhususan, jangan sampai anak-anak kita menjadi penonton,” ujarnya.

Lebih dari itu, Wahyu juga meminta agar Gubernur Ansar Ahmad memperkuat UMKM lokal dengan berbagai program pelatihan dan bantuan modal.

Dengan perhatian yang optimal, pelaku UMKM akan mampu bersaing di pasar global.

“Pemerintah harus memformulasikan kebijakan yang pro UMKM. Kita dukung penuh agar produk Kepri membanjiri pasar global,” pintanya.

(Pemprov Akan Hadirkan Kebijakan Pro UMKM)

Ansar menerangkan, hub ekspor produk UMKM Indonesia bagian Barat akan difokuskan di tiga daerah yakni Batam, Bintan, dan Karimun.

Untuk mendukung ketahanan UMKM, Pemprov Kepri akan memberikan bantuan modal usaha dan kemudahan sertifikasi halal.

Ansar mengungkapkan, pemerintah akan memberikan bantuan fasilitas modern kepada pelaku UMKM dengan konsep Rumah Produksi Bersama di Batam.

Rumah Produksi Bersama akan membantu pelaku UMKM mengemas produknya menjadi semakin menarik dan memiliki daya tahan yang cukup lama.

“Kita menyediakan fasilitas untuk sterilisasi bakteri dengan kemasan kalengan yang bagus agar tahan lama dan bisa bersaing di internasional,” tambahnya.

(Helen)
Editor: Nue

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here