
BINTAN,SIJORITODAY.com – – Sudah 24 jam lebih pasca peristiwa Rina (13) diterkam buaya dekat aliran sungai di bawah jembatan Lintas Barat Km 16 Desa Toapaya Selatan, hingga saat ini belum juga ditemukan, Selasa (26/4) pukul 14.35 WIB.
Tim SAR gabungan masih terus berusaha melakukan pencarian jasad Rina yang diduga masih berada dekat sungai.
Sementara pihak keluarga, ayah korban Syamsudin alias Sise, ibu korban Yanti dan kembarannya Rini masih menunggu kabar dekat posko SAR di kolong jembatan.
Bahkan, kakek Zainal Arifin yang pada saat kejadian bersama dengan korban terlihat masih ikut mencari dengan Tim SAR gabungan.
Dari kolong jembatan, pihak keluarga berharap agar jasad Rina bisa segera diketemukan. Namun, berkali-kali Tim SAR gabungan menyisir seluruh aliran sungai, belum ada tanda-tanda.
“Kita berharap betul agar jasad anak kami bisa segera ditemukan,” ungkap Sise, ayah korban.
Bahkan, pihak keluarga berharap segera ada keajaiban dengan datangnya kembaran korban bernama Rini. Rini sengaja dibawa ke lokasi kejadian untuk ikut mencari dan mendoakan kembarannya bisa segera ditemukan.
“Kami masih menunggu juga, tetapi belum ada kabar. Semoga saja anak kami bisa segera ditemukan,” harapnya.
Pantauan dilapangan, Tim SAR gabungan dari Basarnas Tanjungpinang, BPBD Bintan, Satpolair Polres Bintan masih terus melakukan pencarian menggunakan perahu karet.
Beberapa lopak yang diduga merupakan tempat buaya diperiksa petugas untuk mencari keberadaan jasad Rina.
Rina merupakan gadis belia berusia 13 tahun yang hilang diterkam buaya saat berenang bersama temannya Aisyah dekat aliran sungai usai mencari lokan bersama sang kakek, Zainal Arifin, Senin (25/4) siang kemarin. (oxy)







































