Sarang Buaya
Tim SAR gabungan menyisir sejumlah lopak dekat aliran sungainyang diduga menjadi tempat buaya, Selasa (26/4) siang. Foto oleh oxy

BINTAN,SIJORITODAY.com – – Tim SAR gabungan masih melakukan upaya pencarian jasad Rina (13) gadis belia yang hilang diterkam buaya di aliran sungai bawah jembatan Lintas Barat Km 16 Desa Toapaya Selatan pada Senin (25/4) kemarin.

Kali ini, tim melakukan penyisiran ke beberapa daerah yang diduga menjadi sarang buaya sungai tersebut. “Kita coba cari di lopak-lopak (tempat buaya) yang dicurigai tempatnya buaya,” ujar salah seorang petugas.

Namun, hingga saat ini Tim SAR gabungan belum mendapat tanda-tanda keberadaan jasad Rina.

Sementara itu, dibawah jembatan yang dijadikan posko SAR tampak keluarga korban sudah berkumpul berdoa dan berharap agar jasad Rina segera diketemukan. Kembaran Rina pun, Rini sudah melihat langsung lokasi adiknya terakhir terlihat menggunakan perahu pokcai.

Dari atas perahu, Rini berdoa agar jasad kembarannya bisa segera ditemukan untuk dievakuasi oleh pihak keluarga.

Pantauan dilapangan, proses pencarian beberapa kali sempat terganggu akibat hujan deras yang melanda daerah tersebut. Tiga perahu karet milik Basarnas Tanjungpinang dan BPBD Bintan serta satu perahu pokcai fiber milik Pemerintah Desa Toapaya dikerahkan untuk membantu proses pencarian jasad Rina.

Rina sendiri diketahui tenggelam saat berenang dengan temannya Aisyah di aliran sungai bawah jembatan Lintas Barat Km 16 Desa Toapaya Selatan, Senin (25/4) siang kemarin.

Rina tenggelam diterkam buaya, sebelum tenggelam Rina sempat menarik baju kakeknya Zainal Arifin yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Beberapa jam setelah kejadian, warga yang ramai di atas jembatan untuk menyaksikan proses pencarian dikejutkan dengan kemunculan seorang buaya dengan kondisi mulutnya yang diduga masih menggigit jasad Rina. (oxy)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here