Wirya Putra Sar Silalahi, Sekretaris Komisi IV DPRD Kepulauan Riau.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Wabah Covid-19 sejak Maret 2020 memberikan pukulan telak terhadap industri pariwisata di Kepulauan Riau khususnya Kota Batam.

Sejak melarang masuknya orang asing, jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) pun menjadi nol kunjungan.

Barulah pada akhir tahun 2021, pemerintah pusat kembali membuka pintu masuk bagi Wisman dengan sejumlah persyaratan protokol kesehatan.

Secara bertahap, jumlah kunjungan Wisman ke Batam semakin bertambah, per Februari 2022 sudah 329 kunjungan.

Dinas Pariwisata Kepulauan Riau pun sudah optimis sekitar 2 juta Wisman masuk Kepri tahun ini, target ini sudah termasuk Kota Batam.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, Wirya Putra Sar Silalahi mengatakan, target Dispar masih jauh di bawah realisasi kunjungan Wisman ke Batam pada tahun 2019 yang mencapai 1,947 juta kunjungan.

“Batam pernah masuk 3 besar kunjungan Wisman di Indonesia, tahun 2019 ada 1,947 juta Wisman berkunjung ke Batam,” katanya, Kamis (28/4/2022).

Wirya pun memaparkan kiat-kiat untuk meningkatkan jumlah kunjungan Wisman di Batam.

Ia menuturkan, Dispar harus memahami perilaku dan kebutuhan Wisman khususnya asal Singapura dan Malaysia yang berkunjung untuk menghabiskan akhir pekan di Batam.

Pembelian tiket moda transportasi laut dan booking hotel harus dipermudah agar bisa di akses melalui gadget, kalau perlu menggandeng pihak ketiga seperti Traveloka.

Keberadaan taxi online perlu dibina dan diperbanyak, apalagi Wisman Singapura dan Malaysia sudah terbiasa menggunakan taxi online seperti Uber dan Grab.

Ketersediaan kapal Ferry yang nyaman pun harus diperbanyak sesuai kebutuhan, pelabuhan harus di desain sedemikian rupa seperti Harbour Front di Singapura.

Penyedia jasa wisata harus menyediakan event-event akhir pekan dan meningkatkan fasilitas seperti golf, seafood restoran, tempat refreshing: refleksi, salon, cafe, dan lainnya.

Politisi Nasdem itu menuturkan, jika kiat-kiat itu dijalankan, jumlah kunjungan Wisman akan meningkat khususnya di akhir pekan.

“Mereka datang ke Batam bukan karena budaya atau keindahan alam, tetapi karena weekend. Saatnya kita berinovasi, ciptakan wisata yang nyaman,” tuturnya.

Wirya optimis, jika dikembangkan dengan tepat, 4 juta Wisman akan masuk ke Batam tahun ini.

Dengan asumsi itu, jika satu Wisman rata-rata menghabiskan 300 Dollar AS, maka dalam setahun perputaran uang di Batam mencapai Rp 16,8 triliun atau 4 kali lebih besar dari APBD Kepri dan 5 kali lebih besar dari APBD Kota Batam.

Perputaran uang yang besar akan berdampak signifikan terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan mengurangi jumlah pengangguran.

“Mungkinkah itu bisa tercapai? Mungkin saja asalkan kebijakan pariwisata Batam, bisa dikembangkan tepat sasaran,” tambahnya.

Penulis: Bora

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here