Agus Wibowo

TANJUNGPINANG, SIJORITODAY.com – – Agus Wibowo atau AW merupakan Ketua DPRD Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau, yang selama 2 periode diberikan amanat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui DPRD Kabupaten Bintan.

Sosok politikus muda yang merupakan salah satu kader dari Partai Demokrat ini, telah menorehkan tinta kesuksesannya dalam mengantarkan Partai Demokrat sebagai Partai Pemenang dengan perolehan suara terbanyak di DPRD Kabupaten Bintan pada Pemilu 2019. Kini suami dari Eis Aswati Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau ini, mencoba untuk melebarkan kesuksesan Partai Demokrat di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau Tanjungpinang. Dimana dirinya secara resmi telah menjadi satu satunya calon Ketua DPC Partai Demokrat Tanjungpinang, yang didukung oleh seluruh PAC Partai Demokrat se Kota Tanjungpinang.

Lalu apa sebenarnya motivasi Agus Wibowo sehingga memutuskan untuk melakukan hijrah politik dari Kabupaten Bintan ke Kota Tanjungpinang ?

Berikut wawancara Wartawan Sijori Today bersama Agus Wibowo, yang dilakukan pada Kamis (19/05/2022).

Assalamualaikum dan selamat siang, apa kabar ?

Walaikumsalam dan selamat siang, Alhamdulillah sehat.

Sebagaimana yang sudah diketahui publik, bahwa anda telah secara resmi mencalonkan diri sebagai calon Ketua DPC Partai Demokrat Tanjungpinang. Apa sih sebenarnya motivasi anda hijrah dari Kabupaten Bintan ke Tanjungpinang ?

Iya benar, namun kita masih menunggu keputusan dari DPP Partai Demokrat. Akan tetapi perlu saya luruskan, apa yang saya lakukan sebenarnya bukanlah hijrah melainkan bentuk pengabdian di Partai. Apalagi Bintan dan Kota Tanjungpinang inikan satu daratan, yang bisa dikatakan seperti adik beradik. Sehingga sudah menjadi kewajiban setiap kader Partai untuk berupaya seoptimal mungkin dalam membesarkan Partai dimanapun itu. Apalagi Tanjungpinang merupakan Ibukota Provinsi Kepulauan Riau dan saya sendiri merupakan anak pinang yang besar dan hingga saat ini berdomisili di Kota Tanjungpinang. Jadi bukanlah sesuatu yang wah, ketika saya memutuskan untuk ikut serta berupaya membesarkan Partai ini di Ibukota Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagai orang yang pernah memimpin DPC Partai Demokrat di Kabupaten Bintan, tentunya anda sudah melewati berbagai dinamika politik sehingga sukses mengantarkan Partai Demokrat sebagai Partai Pemenang Pemilu 2019 di Kabupaten Bintan. Mungkin anda bisa berbagi pengalaman sedikit selama memimpin DPC Partai Demokrat Kabupaten Bintan ?

Iya, namun tentunya kesuksesan pada Pemilu 2019 di Kabupaten Bintan bukan karena saya sendiri melainkan kerja keras dari semua kawan kawan pengurus Partai Demokrat disemua tingkatan bahkan para kader dan simpatisan Partai. Jadi kuncinya adalah kekompakan dan keseriusan kami dalam mengoptimalkan semua kekuatan Partai untuk memperoleh suara sebanyak banyaknya pada Pemilu. Bahkan saya harus jujur bahwa peran Pak Apri Sujadi sebagai Bupati Kabupaten Bintan saat itu juga cukup besar, dimana kepedulian beliau yang sangat kuat dalam membesarkan Partai di Kabupaten Bintan.

Tapi itu semuakan tidak lepas dari peran anda sebagai Ketua dalam mengkoordinir pergerakan mesin Partai ?

Iya benar, saya selalu mengedepankan prinsip kebersamaan dalam pengelolaan Partai baik antar Pengurus di semua tingkatan maupun sesama kader dan simpatisan. Sehingga terjalin rasa memiliki dan saling percaya antara satu dengan lainnya, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Bahkan secara intens, kami terus melakukan evaluasi, memetakan potensi, kekuatan bahkan kelemahan Partai. Sehingga dengan demikian program dan kerja kerja Politik yang dilaksanakan dapat lebih terukur dan tepat sasaran.

Selama memimpin DPC Partai Demokrat Kabupaten Bintan , kendala seperti apa yang sering dihadapi ?

Alhamdulillah selama ini semua berjalan lancar, kendati kendala – kendala pastinya akan selalu ada. Ibarat jalan, tidak mungkin akan selalu berjalan mulus pasti akan ada kerikil – kerikil yang ditemukan dalam perjalanan. Namun kuncinya adalah bagaimana setiap masalah yang terjadi segera diselesaikan, sehingga tidak semakin besar dan melebar. Bahkan saya selalu sampaikan kepada rekan-rekan pengurus, bahwa orientasi Partai Politik adalah memberikan pembelajaran politik yang baik dan sehat kepada masyarakat, maka tentunya pengurus harus lebih faham dan dewasa dalam berpolitik. Jangan sedikit- sedikit merajok apalagi cemburu antar sesama, sebab semua memiliki peluang yang sama tinggal bagaimana masing-masing berlomba menjadi yang terbaik diantara yang baik.

Kembali ke topik awal terkait pencalonan anda sebagai Calon Ketua DPC Partai Demokrat Tanjungpinang. Apa sebenarnya motivasi anda mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tanjungpinang ?

Sebagaimana yang saya sampaikan di awal, bahwa setiap kader Partai memiliki kewajiban untuk membesarkan Partai dimanapun itu. Tentu hal ini juga berlaku bagi diri saya, yang notabenenya saya berdomisili di Tanjungpinang, apalagi Tanjungpinang merupakan Ibukota Provinsi Kepulauan Riau. Apalagi saya melihat terjadi penurunan perolehan kursi partai Demokrat di DPRD Kota Tanjungpinang dalam beberapa kali Pemilu. Dimana awalnya dari 4 kursi turun menjadi 3 kursi dan pada Pemilu 2019 turun lagi hingga hanya 2 kursi. Tentunya sebagai kader Partai saya merasa terpanggil untuk mencoba membenahi kondisi tersebut, sehingga Partai Demokrat bukan hanya unggul di Kabupaten Bintan tetapi juga di Kota Tanjungpinang bahkan di Kabupaten / Kota lainnya di Provinsi Kepulauan Riau ini.

Berdasarkan pengamatan anda, apa sebenarnya yang menyebabkan Partai Demokrat kurang eksis di Tanjungpinang dibandingkan dengan di Kabupaten Bintan ?

Kalau bicara eksis rasanya hampir sama ya, karena Partai Demokrat di Kota Tanjungpinang selama ini juga sudah cukup eksis. Namun mengukur eksistensi Partai Politik tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan bagaimana tujuan Partai Politik itu sendiri diwujudkan dimana endingnya adalah kepercayaan masyarakat terhadap Partai Politik. Jika banyak kegiatan yang dilaksanakan namun tidak menyentuh kepentingan ataupun harapan masyarakat, maka itu juga tidak akan efektif. Begitu juga jika kegiatan yang dilaksanakan sedikit namun mampu memberikan kesan positif bagi masyarakat, maka jauh akan lebih efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Partai. Disini lah sebenarnya kuncinya, mungkin selama ini banyak program kegiatan yang dilaksanakan belum tepat sasaran dan menyentuh kepentingan dan harapan dari masyarakat. Selain itu, tidak kalah pentingnya adalah kekuatan mesin Partai itu sendiri, kesolidan pengurus di semua tingkatan hingga kader dan simpatisan. Sebab mereka adalah ujung tombak sekaligus penyambung lidah Partai Politik ke masyarakat. Mungkin saya rasa, 2 hal tersebut yang belum dioptimalkan, sehingga Partai Demokrat di Kota Tanjungpinang kurang mendapatkan kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2014 maupun Pemilu 2019.

Berdasarkan hal – hal yang anda kemukakan, seandainya DPP merestui anda sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Tanjungpinang, apa yang akan anda lakukan ?

Pertama saya akan benahi dulu struktur organisasi, sebab ini adalah kerangka awal guna memastikan Partai Politik dapat berjalan efektif. Selain itu tentunya adalah melakukan Rapat Konsolidasi dan Koordinasi dengan seluruh jaringan Partai di semua tingkatan sampai ke kader dan seluruh simpatisan. Akan kita data kembali dan evaluasi, guna memastikan kekuatan, potensi maupun kelemahan Partai.

Kedua, kerja kerja Politik akan sangat berpengaruh dengan adanya sekretariat yang layak dan memadai. Sebab selain sebagai tempat melaksanakan aktivitas aktivitas ke Partaian juga harus dapat digunakan sebagai tempat dimana masyarakat dapat mengadukan setiap permasalahan yang dihadapi sehingga dengan mudah dapat diperjuangkan baik melalui DPRD Kota Tanjungpinang maupun DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

Ketiga, memastikan bahwa Program Kegiatan yang dilaksanakan Partai kedepannya lebih menyentuh pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat . Partai akan lebih peka pada persoalan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat khususnya akibat dampak Pandemi COVID-19.

Jadi kuncinya pembenahan yang akan saya lakukan bersifat internal dan eksternal, internal yaitu membenahi mesin Partai beserta seluruh perangkatnya melalui pembinaan secara konsisten dan berkelanjutan. Adapun eksternal adalah menyesuaikan kondisi, kebutuhan dan kepentingan masyarakat dengan program kegiatan yang akan dilaksanakan Partai sehingga terjalin hubungan yang baik antara Partai dengan masyarakat.

Apakah anda akan mengganti seluruh Pengurus DPC, PAC dan Jaringan Partai Demokrat lainnya ?

Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa akan kita evaluasi, mereka yang selama ini sudah berjuang dan berkorban untuk Partai tentu tidak akan kita sia – siakan sebab mereka adalah aset sekaligus pahlawan bagi Partai Demokrat. Mungkin saya hanya akan melakukan penyegaran sesuai kemampuan dan bidang masing-masing. Begitu juga jika ada kader kader baru yang memiliki potensi juga akan kita berdayakan, sehingga seluruh kekuatan Partai ini akan lebih dioptimalkan. Sebab saya yakin kendati terjadinya penurunan perolehan kursi di DPRD Kota Tanjungpinang pada Pemilu 2014 dan 2019 , bukan disebabkan karena belum optimalnya mereka melaksanakan tugas di lapangan melainkan kurangnya koordinasi antara pengurus DPC dengan mereka yang merupakan ujung tombak Partai di lapangan.

Apa target anda seandainya memimpin Partai Demokrat di Kota Tanjungpinang untuk Pemilu 2024 mendatang ?

Tentunya memperoleh kepercayaan masyarakat Kota Tanjungpinang seluas-luasnya terhadap Partai Demokrat. Sehingga harapan saya paling tidak pada Pemilu 2024, Partai Demokrat mampu memperoleh 5 kursi di DPRD Kota Tanjungpinang serta minimal tetap mempertahankan 1 kursi di DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Dapil Kota Tanjungpinang. Dengan perolehan kursi tersebut,.maka tentunya Partai Demokrat akan mampu berbuat lebih baik dan lebih banyak lagi dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi masyarakat di Kota Tanjungpinang.

Apa pandangan anda terhadap Pembangunan di Kota Tanjungpinang selama ini serta harapan harapan anda kedepannya untuk Kota Tanjungpinang ?

Kota Tanjungpinang merupakan Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, sehingga seharusnya dalam usianya yang sudah mencapai ratusan tahun secara historis atau sudah mencapai 20 tahun lebih sebagai Kota Otonom dapat lebih baik lagi dan berdiri sejajar dengan Ibukota Provinsi lainnya di Indonesia. Namun sebagaimana yang kita perhatikan bersama, hal tersebut masih jauh dari harapan. Banyak potensi daerah yang belum di kelola dengan baik, pembangunan pun masih stagnan bahkan kekuatan APBD belum memperlihatkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Harapan saya tentunya bahwa berbagai potensi yang di miliki Kota Tanjungpinang sebagai Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, baik dari sektor Pariwisata dan Kebudayaan hingga Perdagangan dan Jasa dapat dikelola secara lebih optimal sehingga merangsang pertumbuhan ekonomi daerah dan mampu memberikan andil dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

Mungkin ada closing statement yang ingin anda sampaikan ?

Saya Agus Wibowo mengajak kita semua khususnya anak-anak Tanjungpinang, untuk terus berbuat yang terbaik melalui kegiatan kegiatan yang bersifat positif dan membangun demi Kota Tanjungpinang yang kita cintai ini. Siapapun kita, apapun profesi kita, apapun Partai Politik kita yang perlu kita sadari dan ingat bersama bahwa kemajuan Kota Tanjungpinang adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama. Kita tentu tidak ingin kelak menjadi penonton di negeri sendiri, maka mari kita mulai berbuat saat ini semampu apa yang bisa kita lakukan demi kemaslahatan negeri dan masyarakat.

Begitu juga terkait dengan Pemilu 2024 mendatang, mari kita ciptakan Pemilu, Pilpres dan Pilkada yang sehat dan bermartabat. Kita buang jauh jauh kebiasaan saling menjelek-jelekan satu dengan yang lainnya hanya karena perbedaan Partai ataupun Pilihan, Hindari menyebarkan hoax apalagi fitnah, mari berpolitik secara santun sesuai dengan kearifan lokal yang menjadi khazanah budaya kita. (Akok)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here