Syahrul Amri, Sub Koordinator Produksi dan Usaha Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Sub Koordinator Produksi dan Usaha Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau, Syahrul Amri mengatakan, ada ribuan kelompok budidaya perikanan yang tersebar di tujuh Kabupaten/Kota di Kepri.

Kendati demikian, dari ribuan kelompok budidaya perikanan itu baru 130 kelompok yang melakukan pencatatan usaha.

“Yang terdaftar itu sekitar 130-an kelompok, dengan catatan mereka telah mendaftarkan usaha, yang tidak terdaftar itu banyak bisa ribuan,” katanya, Senin (23/5/2022).

Pendaftaran usaha ini ditujukan agar nelayan memiliki legalitas terhadap lokasi budidaya.

Syahrul memastikan, seluruh rangkaian persyaratan mudah dan tidak dikenakan biaya. Kelompok budidaya cukup meminta surat keterangan dari Kelurahan dan mendaftarkan izin usaha ke DKP Kepri.

Kelompok budidaya dengan luas usaha di bawah 2 hektar diwajibkan memiliki TPUPI (Tanda Pencatatan Usaha Perikanan Budidaya) dan melaporkan hasil budidaya secara periodik.

“Caranya mudah tidak berbayar tinggal minta surat keterangan Lurah setempat yang mengetahui usaha mereka, melaporkan ke Dinas Perikanan terkait baru dapat kita keluarkan izin,” ujarnya.

Bila melihat persebarannya, kelompok budidaya sebagian besar berada di Kabupaten Natuna dan didominasi usaha nelayan kecil.

Kelompok budidaya umumnya melakukan budidaya ikan, rumput laut, udang, dan teripang.

“Kalau jumlah kelompok yang terbesar di Kepri itu Natuna, namun mereka banyak yang tidak tercatat. Kebanyakan mereka itu usaha masyarakat kecil,” tuturnya.

Syahrul menjelaskan, pertumbuhan kelompok budidaya dipengaruhi kondisi perairan, SDM, dan bantuan modal dari pemerintah, investor maupun bank.

Kemudahan akses pasar juga turut mempengaruhi minat nelayan untuk beralih ke budidaya perikanan.

“Kalau kondisi perairannya tidak bagus tentu mereka tidak mau budidaya, juga SDM mereka untuk mengelola mampu tidak, selain itu permintaan pasar juga berpengaruh, terakhir modal,” jelasnya.

Syahrul menambahkan, jika dikelola dengan baik, budidaya perikanan bisa mensejahterakan nelayan, apalagi topografi wilayahnya yang 96 persen berupa lautan.

Sebagian kecil kelompok budidaya juga sudah ada yang melakukan aktivitas ekspor ke luar negeri, sementara sisanya memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Laut yang sangat luas jika dikelola dengan baik dapat menghasilkan komunitas lebih ke permintaan pasar, jika permintaan pasarnya besar,” tambahnya.

Penulis: Helen
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here