Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin saat menerima kunjungan Persatuan Pedagang Peternak Sapi dan Kambing Tanjungpinang-Bintan.

BATAM,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta agar Pemprov Kepri melibatkan dewan dalam Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Wahyu mengatakan, dewan sudah banyak menerima keluhan pedagang sapi dan kambing yang mengalami penurunan stok akibat penghentian mobilisasi ternak dari Kuala Tungkal, Jambi.

Selain itu, data kebutuhan sapi dan kambing yang dipaparkan Pemprov Kepri juga berbeda dengan yang diperoleh dari pedagang.

“Selama ini data yang kita peroleh dari pedagang berbeda dengan data milik Pemprov Kepri,” katanya, Rabu (25/5/2022).

Wahyu mengaku khawatir, kebutuhan Idul Adha tidak terpenuhi karena perbedaan data yang cukup besar.

“Jangan sampai berpengaruh terhadap perayaan Idul Adha,” ujarnya.

Sekda Kepri, Adi Prihantara mengatakan, DPRD berwenang mengawasi kinerja OPD termasuk Satgas Penanganan PMK.

Ia juga menjelaskan, pelibatan DPRD dalam Satgas akan mengurangi marwah dewan sebagai wakil rakyat.

“Beliau adalah pengawas yang mengawasi kinerja kita, kalau Satgas bertugas secara teknis di lapangan. Apakah berkenan beliau menjadi petugas di lapangan? Kita hargai lah beliau yang mewakili masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Ansar Ahmad menyebut, dari 7 Kabupaten/Kota hanya Kabupaten Natuna dan Anambas yang mengalami surplus sapi dan kambing.

Ansar memperkirakan, Kepri kekurangan 400 ekor sapi dan 1.000 ekor kambing menjelang hari raya Idul Adha 2022.

“Jumlahnya saya nggak ingat, tapi kira-kira kebutuhan sapi 400 ekor dan kambing 1.000 ekor lebih,” tuturnya.

Data ini berbeda dengan pedagang sapi dan kambing di Pulau Bintan dan Kota Batam.

Ketua Persatuan Pedagang Peternak Sapi dan Kambing Tanjungpinang-Bintan, Thamrin mengatakan, kebutuhan Idul Adha tahun ini sebanyak 2.000 ekor sapi dan 4.000 ekor kambing.

Berkaca dengan tahun lalu, stok saat ini belum cukup memenuhi kebutuhan hewan kurban. Saat ini hanya ada 500 ekor sapi sementara kambing tidak tersedia sama sekali.

“Semakin menipisnya stok juga berimbas pada kelangkaan daging segar di masyarakat,” ujarnya.

Kondisi lebih parah terjadi di Kota Batam, stok sapi hanya 300 ekor dan sudah jarang ditemui pedagang yang menjual daging kambing.

Jumlah ini tidak cukup memenuhi kebutuhan Idul Adha, tahun lalu saja jumlah kebutuhan 18.000 ekor kambing dan 2.500 ekor sapi.

“Stok di pedagang, sapi 300 ekor sapi untuk kurban kalau kambing hampir setiap kandang kosong. Kalau sapi potong udah tidak ada,” tambah Ali Musthafa, Sekretaris Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB).

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here