Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) F: istimewa.

JAKARTA,SIJORITODAY.com – Harapan Pemprov Kepri untuk memasok listrik ke Singapura tampaknya bakalan kandas.

Pasalnya, Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengekspor Energi Bersih dan Terbarukan (EBT) ke luar negeri.

Bahlil menyebut, keputusan itu sudah melalui pembicaraan dengan sejumlah investor karena ingin memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu.

“Indonesia konsisten untuk menyetop ekspor listrik ke negara lain. Khususnya enegri terbarukan, kita setop. Alasannya, karena kita harus memenuhi kepentingan dalam negeri dulu,” katanya dikutip dari CNBC Indonesia.

Sebenarnya, keputusan Menteri Bahlil ini berbanding terbalik dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif yang beberapa waktu lalu membuka kesempatan bagi Singapura untuk mengimpor listrik dari Indonesia.

Pada Jum’at (21/1/2022), Tasrif dan Menperdagin Singapura Tan See Lang menandatangani MoU kerja sama bidang energi.

MoU ini merupakan salah satu poin yang disampaikan dalam Leaders’ Retreat antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Bintan, Selasa (25/1/2022).

Keputusan pelarangan ekspor ini pun diperkirakan bakal berdampak pada realisasi sejumlah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan dibangun di Kepri.

Setakat ini, Pemprov Kepri telah menandatangani MoU kerja sama bernilai puluhan triliun dengan Quantum Power Asia dan ib vogt serta PT. Gurin Energy.

Quantum Power Asia dan ib vogt akan membangun PLTS di atas lahan seluas 3.000 hektar dengan kapasitas penyimpanan baterai 12,5 GWh.

Proyek ini diperkirakan akan membuka 30.000 lapangan kerja baru dan membangun penyimpanan PV terbesar di dunia yang pernah dibangun hingga saat ini.

Sementara PT Gurin Energy akan membangun PLTS dengan kapasitas penyimpanan baterai 2 GWh di Kabupaten Karimun.

Saat itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, MoU dengan sejumlah perusahaan listrik ini merupakan amanat Presiden Joko Widodo.

Ansar menyebut bahwa Indonesia bertekad mewujudkan bebas emisi 23 persen pada tahun 2025.

“Saya berharap PLTS ini akan menghadirkan solusi kebutuhan energi bersih masa depan sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo,” ujarnya, Selasa (19/4/2022).

Ansar menjelaskan, selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, kedua perusahaan ini juga akan memasok listrik ke negara Singapura.

Ia juga sudah meminta kedua perusahaan membuka kantor cabang di Kepri untuk meningkatkan penerimaan daerah melalui Pajak Penghasilan (PPh) 21.

“Kami berharap Gurin Energy dapat membuka kantor cabang di Kepri. Supaya jangan listrik kita ekspor ke Singapura, pajaknya masuk ke Jakarta,” pintanya.

Perlu diketahui juga, pada 25 Oktober 2021, Menteri Tasrif juga menyaksikan dua penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) pengembangan PLTS antara entitas bisnis Indonesia dan Singapura, yaitu JDA antara PT Trisurya Mitra Bersama (Suryagen) – PLN Batam dan Sembcorp Industries, dan JDA antara Medco Power Energy dengan Gallant Venture dan Pacific Light Energy.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here