
BATAM,SIJORITODAY.com – Sebanyak 2.982 ekor kambing kurban asal Lampung Tengah tiba di Pelabuhan Beton Sekupang Batam, Sabtu (2/7/2022).
Namun, dari ribuan ekor kambing itu, terdapat 132 ekor yang mati dalam perjalanan.
Pedagang sapi dan kambing Kota Batam, Sutrimo mengatakan, matinya ratusan ekor kambing itu disebabkan kelelahan dalam perjalanan.
Ia menuturkan, pengiriman sapi dari Lampung Tengah membutuhkan waktu 100 jam atau 5 hari perjalanan, jauh berbeda dengan Kuala Tungkal yang hanya 8 jam saja.
Selain itu, kambing juga mengalami kelaparan dan dehidrasi akibat rumput yang dibawa dari Lampung Tengah layu dalam perjalanan.
“Perjalanannya terlalu lama 5 hari, muatannya juga padat jadi sesak,” katanya, Minggu (3/7/2022).
Sutrimo menjelaskan, jumlah kambing yang tiba ini belum cukup memenuhi kebutuhan kurban Idul Adha tahun 2022.
Ia pun berharap, agar pengiriman dapat dilakukan sekali lagi menjelang hari raya Idul Adha.
“Batam sangat kekurangan, banyak pembeli tapi tak ada barang. Kita sangat sedih sekali ini perayaan umat Islam setahun sekali,” ujarnya.
Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta agar pemerintah mencarikan solusi untuk memenuhi kebutuhan sapi dan kambing pra dan pasca Idul Adha tahun 2022.
Menurut Wahyu, bukan hanya ketersediaan daging kurban saja yang dikeluhkan masyarakat, tapi juga ketersediaan daging sapi dan kambing segar.
“Kalau bisa, pintu masuk dari Kuala Tungkal dan Meranti dibuka lagi lah. Kasihan pedagang kalau banyak hewan yang mati seperti ini,” harapnya.
Penulis: Bora
Editor: Nuel









































