Sekda Kepri, Adi Prihantara usai menghadiri pelantikan pengurus DPD APDESI Kepri. F: Sijoritoday.com/Nuel

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Sekretaris Daerah Kepulauan Riau, Adi Prihantara mengatakan, tiga Kabupaten cocok menjadi pusat pertanian dan peternakan di Kepri.

“Yang dimungkinkan untuk usaha peternakan dan pertanian itu Daik Lingga, Anambas dan Natuna,” katanya, Rabu (6/7/2022).

Adi menuturkan, tiga Kabupaten itu memiliki lapisan tanah yang subur jika dibandingkan dengan daerah lain di Kepri.

Pertanian dan peternakan di Kepri kata Adi, harus didukung dengan peralatan modern sehingga tingkat keberhasilan semakin besar.

“Tapi biayanya besar, karena perlu ada penggemburan tanah dan teknologi yang mumpuni, kita suhu cukup tapi humus dan ketahanan pangan nya rendah,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin mengusulkan agar Kepri memiliki kawasan pertanian dan peternakan terpadu seluas 1.000 hektar.

Kawasan ini akan menjadikan Kepri swasembada pangan 30 persen dan mengurangi ketergantungan terhadap komoditas pangan dari luar daerah.

Selain itu, tren kanaikan inflasi akan semakin ditekan dan terbukanya lapangan kerja baru sehingga jumlah penduduk miskin berkurang.

Politisi PKS itu juga mendorong agar pemerintah membina ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai kebun mini bisa seperti hortikultura, hidroponik, maupun polybag.

Selain pembinaan, pemerintah juga perlu memberikan pupuk subsidi dan bibit gratis secara berkesinambungan.

“Saya yakin, kenaikan harga pangan tidak akan menyebabkan inflasi jika kita sudah punya kawasan terpadu ditambah masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk berkebun,” tuturnya, Rabu (22/6/2022).

Kepala Dinas ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH), Rika Azmi mengatakan, pihaknya tengah merancang roadmap pengembangan pertanian dengan metode smart green house selama 20 tahun ke depan.

Metode smart green house diyakini bakal mampu mengatasi kendala ketersediaan lahan yang masih menjadi momok penghambat swasembada pangan di Kepri.

Selain itu, metode smart green house juga akan menekan kemungkinan gagal panen dan ketergantungan terhadap pupuk konvensional.

“Lahan kita terbatas, makanya kita perlu mengoptimalkan lahan yang ada supaya produktivitas meningkat. Pertanian di Kepri harus dikembangkan berbasis teknologi modern,” katanya, Rabu (22/6/2022).

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here