Yanto, peternak hewan kurban di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Ketakutan masyarakat akan kesehatan sapi kurban jelang hari raya Idul Adha kian merebak. Hal ini dikarenakan maraknya penyakit mulut kuku yang sedang terjadi.

Yanto salah seorang peternak sapi yang berada di jalan Panglima Dompak saat disambangi memastikan ternak yang ia jual aman dari PMK.

“Dijamin aman lah ya dari penyakit mulut dan kuku itu,” katanya, Selasa (5/6/22).

Pasalnya sapi yang ada di peternakan telah memperoleh hasil laboratorium pemeriksaan dan dinyatakan tidak terjangkit PMK.

“Karena udah disegel semua dari LAB dari dinas kesehatan,” tegasnya.

Selain itu, dikatakan Yanto hewan ternak juga rutin dilakukan perawatan serta penyemprotan.

“Karena perawatan sapi ini harus kan, kalo kena satu aja bisa semua kena,” ujarnya.

Saat ini seluruh ternaknya dikatakan sudah terjual dikarenakan banyaknya permintaan dari masyarakat namun terjadi keterbatasan stok.

“Stok dari tahun sebelumnya kurang, tahun kemarin ada 50 ekor, kalo sekarang 17 ekor aja kerena nggak bisa masuk kan,” ungkapnya.

Diketahui sapi per ekornya dijual dengan harga tertinggi 24 juta rupiah dan harga terendah sebesar 21 juta rupiah setelah mengalami kenaikan harga sebesar 1 juta rupiah dari sebelumnya.

“Yang kita jual paling mahal 24 jutaan dengan berat 1 kwintal lebih lah ya. Paling kenaikan harganya satu jutaan lah per ekornya,” kata Yanto.

Selanjutnya, Muhammad Nuruddin panitia qurban masjid Jami’ Al-Jannatul Ma’wa menuturkan, terdapat masyarakat yang batal kurban karena takut tidak kebagian hewan kurban.

“Sebelumnya di tahun lalu ada 9 sapi, kambing ada 11 karena isu penyakit PMK orang awal-awal takut tidak kebagian lembu ada yang mau kurban tapi takut tidak kebagian,” ungkapnya, Rabu (6/7/22).

Kurangnya minat masyarakat untuk kurban itu sangat terlihat yang mana ditahun ini pihaknya hanya melayani pemotongan 4 ekor sapi dan 1 kambing saja.

“Di daftarnya itu tiga dan ada warga bawa satu jadi ada 4 ada yang bawa satu kambing tapi tidak daftar,” tutupnya.

Penulis: Helen
Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here