Ansar Ahmad, Gubernur Kepulauan Riau.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menggesa pemulihan ekonomi untuk mengatasi jumlah penduduk miskin yang terus meningkat.

Ansar mengatakan, akan memulihkan perekonomian masyarakat dengan membuka lapangan kerja melalui investasi baru dan mengucurkan dana bantuan modal usaha.

“Kita dorong pemulihan ekonomi cepat, kalo ada investasi baru kita dorong cepat agar lapangan kerja terbuka. Juga kita dorong masyarakat agar memanfaatkan itu bantuan permodalan yang kita sediakan agar mempercepat penurunan kemiskinan,” katanya, Senin (18/07/22).

Selain itu, Ansar juga akan memberikan subsidi biaya pendidikan termasuk seragam anak yang baru masuk sekolah.

“Kita beri bantuan pendidikan seperti subsidi SPP, bukan menggratiskan pendidikan cuma yang membutuhkan, termasuk pakaian anak sekolah yang baru masuk,” tambahnya.

Sebelumnya, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Kepri sebanyak 151,68 ribu orang per Maret 2022, meningkat 0,12 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 6,12 persen.

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin meminta agar Ansar menekan harga kebutuhan pokok di masa mendatang dengan pembentukan kawasan pertanian dan peternakan terpadu seluas 1.000 hektar di tiap Kabupaten/Kota.

Wahyu menerangkan, sejauh ini, kebutuhan pokok seperti pangan paling rentan mengalami kenaikan, apalagi Kepri bukan daerah penghasil.

“Paling tidak 30 persen kebutuhan pangan kita itu bisa di penuhi dari kita sendiri, sehingga tidak terlalu berdampak jika terjadi kenaikan harga dari luar,” terangnya.

Anggota Fraksi PKS ini meminta agar Ansar memberdayakan penduduk miskin di kawasan pertanian dan peternakan terpadu, dengan demikian penduduk miskin memperoleh pekerjaan baru.

“Buat saja orang tidak mampu menjadi tenaga kerja nya, kan bisa dilatih. Data nya ambil dari DTKS Kemensos,” pintanya.

Soal ketersediaan lahan, Wahyu meminta agar Hak Guna Usaha (HGU) dan Hak Guna Bangunan (HGB) terlantar untuk dijadikan sebagai kawasan terpadu.

“Presiden Jokowi di Kongres PMKRI Samarinda kan sudah menegaskan agar tanah terlantar ditanami mencegah krisis pangan,” tambahnya.

Wahyu mengaku optimis, jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, harga bahan pokok semakin murah dan penduduk miskin semakin berkurang.

“Sekarang tinggal kemauan pemerintah, tapi saya optimis pak Ansar masih peduli dengan masyarakat kurang mampu,” tambahnya.

Penulis: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here