BATAM,SIJORITODAY.com – Sekretaris Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Wirya Putra Silalahi menyoroti minimnya perhatian Pemprov Kepri terhadap pendidikan di daerah.
Wirya mengatakan, tren pembangunan sekolah di Kepri masih lambat karena mengharapkan bantuan APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) setiap tahunnya.
Tak jarang, Pemprov Kepri hanya menganggarkan Rp500 juta untuk pembangunan sekolah tiap tahunnya, bahkan pernah pula tidak dianggarkan sama sekali.
“Padahal sudah menjadi komitmen bangsa ini, untuk lebih memprioritaskan pendidikan di Indonesia,” katanya, Selasa (26/7/2022).
Wirya menerangkan, tahun ini, pagu anggaran Dinas Pendidikan Kepri sebesar Rp832.062.700.566, anggaran di dominasi APBN sebesar Rp713.128.316.448 sementara sisanya Rp109.156.525.758 menggunakan APBD Kepri.
Anggaran ini masih jauh dari ketetapan UU tahun 2003 yang mewajibkan daerah mengalokasikan minimal 20 persen dari APBD untuk pendidikan. Anggaran 20 persen belum termasuk belanja gaji pendidik dan operasional kependidikan.
Untuk memenuhi kewajiban alokasi 20 persen, Pemprov Kepri masih harus menambah pagu anggaran Dinas Pendidikan sebesar Rp327 miliar.
“Dapat di simpulkan dana pendidikan APBD Kepri tahun 2022 adalah 11.56 persen, jauh dari syarat minimal. Harus diingat pula gaji pendidik dan pendidikan kedinasan tidak termasuk alokasi dana pendidikan 20 persen,” ucapnya.
Anggota Komisi IV itu optimis kendala sarana prasarana sekolah akan teratasi dan fasilitas pendidikan akan merata di sekolah-sekolah baru atau pendamping jika Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran 20 persen sesuai ketentuan Undang-Undang.
Dengan fasilitas yang merata, orang tua siswa tidak lagi berebut mendaftarkan anaknya ke sekolah berlabel favorit.
“Walaupun berbusa-busa Dinas Pendidikan mengatakan tak ada SMAN favorit, tetap saja siswa dan orang tua menolak anaknya bersekolah di SMAN- SMAN baru/pendamping,” tuturnya.
Wirya pun mencontohkan pembangunan SMAN 24 Batam untuk menampung luberan SMAN 1 Batam, SMAN 26 Batam untuk luberan SMAN 3 Batam.
Sekolah pendamping/baru ini tidak efektif karena masih minim fasilitas sehingga orang tua masih berlomba-lomba mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Batam dan SMAN 3 Batam.
“Tetap saja orang tua dan siswa tak mau di SMAN 24 Batam atau SMAN 26 Batam karena memang sekolah ini sangat minim fasilitas,” tambahnya.
Penulis: Nuel






































