Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan saat menyerahkan medali emas kepada Yardi, pencetak gol tunggal dalam laga final cabor sepak bola Popda Kepri ke VIII di lapangan Assyura Kijang, Sabtu (30/7). Foto oleh oxy

BINTAN,SIJORITODAY.com – – PS Lingga menyerah ketika menghadapi PS Bintan saat laga final cabang olahraga (cabor) sepakbola Popda Kepri VIII di Lapangan Assyura Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (30/7) siang.

PS Lingga menyerah 20 menit selepas turun minum babak pertama ketika sudah tertinggal 0-1 menghadapi PS Bintan. Hal ini dikarenakan keputusan wasit yang dinilai kontroversial oleh tim PS Lingga saat list man mengangkat bendera ketika bola mengenai tangan dari pemain belakang PS Lingga.

Wasit pun memutuskan pelanggaran dan memberikan tendangan pinalti kepada PS Bintan. Keputusan wasit ditentang tim PS Lingga, hingga mereka memutuskan keluar lapangan.

Saat terjadi keributan, tim PS Lingga Aziz Martindas sempat menemui perwakilan PS Bintan dan mengakui kemenangan PS Bintan dalam laga partai final cabor sepakbola tersebut.

“Kemenangan ini kasih serahkan kepada Bintan,” ucap Aziz Martindas kepada pengawasan pertandingan (PP) Bambang di lapangan hijau.

Dengan kemenangan 1-0 berkat tendangan pinalti yang dieksekusi Yardi di menit ke-6 babak pertama, PS Bintan unggul hingga wasit meniupkan peluit berakhirnya pertandingan.

Plt Bupati Bintan Roby Kurniawan yang menyaksikan pertandingan sengit itu mengaku bangga dengan pemain PS Bintan yang berhasil menyumbang medali emas dari cabor sepakbola di Popda Kepri ke VIII.

“Alhamdulillah, ada medali emas lagi yang kita raih. Dengan begitu, medali emas yang kita raih saat ini sudah 10,” ungkap Roby.

Ia mengatakan, jika selama pertandingan berlangsung. Kedua tim berlaga sangat sportif dengan saling balas serangan. Roby mengatakan, akan ada bonus yang diberikan kepada para atlet berprestasi. (oxy)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here