PEKANBARU,SIJORITODAY.com – Dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-65 Provinsi Riau Tahun 2022, DPRD Riau menggelar rapat paripurna “Bersama menuju Riau Lebih Baik”, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau, Selasa (9/8/2022).
Rapat paripurna ini dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Riau Yulisman, didampingi Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Syafaruddin Poti, Agung Nugroho, dan Hardianto, serta dihadiri oleh seluruh Anggota DPRD Provinsi Riau.
Hadir pada rapat paripurna ini Menteri Dalam Negeri RI dalam hal ini diwakili oleh Staf Ahli Menteri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Tumpak Haposan Simanjuntak yang mengikuti rapat ini secara virtual, Gubernur Riau Syamsuar, Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Anggota DPR RI dan DPD RI Daerah Pemilihan Provinsi Riau, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau, Gubernur dan Wakil Gubernur Riau pada masanya, Ketua DPRD Provinsi Riau pada masanya, serta tamu undangan lainnya baik yang hadir secara langsung maupun secara virtual.

Pada kesempatan tersebut Gubri memaparkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau mulai bangkit, ditandai dengan realisasi investasi tahun 2021 sebesar Rp. 53,02 Triliun, atau peringkat 5 Nasional dan peringkat 1 di luar Pulau Jawa. Dimana capaian realisasi investasi tersebut mencapai 107,98 persen dari target yang telah ditetapkan untuk tahun 2021 sebesar Rp. 49,1 Triliun dengan serapan Tenaga Kerja sebanyak 61.388 orang. Sedangkan tahun 2022 telah ditetapkan target sebesar Rp. 60,46 Triliun.
“Alhamdulillah realisasi Investasi sampai dengan Triwulan II (Januari – Juni 2022) telah mencapai 73,41 persen dari target 60,46 Triliun (peringkat 5 Nasional) dengan nilai realisasi investasi Rp. 44,4 Triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 32.385 orang,” kata Gubri.
Selanjutnya, ia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Riau semakin membaik, tumbuh sebesar 4,88 persen pada triwulan II 2022 yang ditopang dari sektor industri pengolahan turunan kelapa sawit yang tumbuh sebesar 26,19 persen, pertambangan dan penggalian kontribusi sebesar 24,4 persen, selanjutnya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan kontribusi sebesar 24,34 persen. (Adv/Superleni)










































