BINTAN, SIJORITODAY.com – Kerap kali  meresahkan nelayan yang ada di Bintan, Forum Komunikasi Ormas dan OKP beserta nelayan seluruh Kabupaten Bintan menolak adanya aktivitas kapal cantrang yang memasuki wilayah perairan mereka.

Pihak Ormas dan OKP beserta para nelayan dilakukan di Cafe Tempayan, Kijang, Sabtu (21/08/22).

Ketua Persatuan Pemuda Pemudi Tempatan (Perpat) Bintan, Hasriawadi atau yang akrab disapa Gentong, menyatakan bahwa aktivitas kapal cantrang dan kapal luar di wilayah perairan Bintan telah merusak ekosistem laut dan ekonomi nelayan setempat.

“Sudah banyak pengaduan nelayan karena kapal cantrang dan kapal luar masuk ke laut kami. Nelayan bubu dan tradisional merasa terganggu dan itu sangat merugikan nelayan kami. Hidupnya bergantung dari hasil tangkapan ikan,” kata Gentong.

Aktivitas kapal cantrang tersebut dinilai sangat meresahkan nelayan kecil dan tradisional yang tinggal di perairan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau.

Selaib itu, penolakan ini juga sudah dibicarakan dalam forum seluruh organisasi masyakarat yang berada di Kabupaten Bintan.

“Kami sudah sangat resah, ditambah lagi ada oknum-oknum aparat yang diduga sengaja membiarkan ini terjadi,” ujar Gentong di Cafe Tempayan, Kijang, Sabtu, 20 Agustus 2022.

Dia menegaskan, seluruh organisasi masyakarat dan kepemudaan yang berada di Kabupaten Bintan akan memperjuangkan hak-hak masyarakat khususnya para nelayan.

Selain perebutan sumber daya ikan, kata Gentong, alat tangkap cantrang juga merusak ekosistem.

Menurutnya, yang perlu didorong adalah kebijakan mengenai penetapan zona tangkap tradisional untuk memberikan perlindungan bagi nelayan Bintan dan juga kebijakan penetapan kawasan ekosistem esensial wilayah pulau kecil.

Selain mendorong aturan lebih luas soal memikirkan kembali pelarangan pengambilan ikan dengan cara merusak.

Tindak lanjut dari hasil pertemuan tersebut, Gentong mengatakan bahwa para nelayan dan OKP serta Ormas akan di undang ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, untuk berdiskusi lebih lanjut pada Senin (22/8/) mendatang.

Hal ini guna untuk menyampaikan persoalan adanya aktivitas dan operasi kapal cantrang di wilayah Kepulauan Bintan.

Selain itu, Muhammad Najib, warga Bintan Pesisir mengatakan, persoalan kapal cantrang di Bintan merupakan masalah klasik. Hal itu yang menjadi salah satu penyebab konflik nelayan tradisional dan nelayan cantrang dalam penangkapan ikan.

“Nah, yang ingin kita tanyakan adalah dimana pemerintah ketika persoalan ini terjadi,” sebut Najib.

Ia meminta agar pemerintah dapat membantu permasalahan yang tengah dihadapi para nelayan.

Sementara, sejumlah nelayan dalam pertemuan siap audiensi dengan pihak-pihak terkait menyangkut masalah tersebut.

Mereka berharap, dengan adanya forum ini dapat membantu masalah yang dihadapi seluruh nelayan khususnya di Kabupaten Bintan.

Penulis : Hairi
Editor: Liza

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here