KARIMUN,SIJORITODAY.com – Meski tidak berada di daerah pegunungan, Kabupaten Karimun memiliki pemandian air panas, tepatnya di Desa Tanjung Hutan.
Kononnya, sumber air panas ini ditemukan dua orang penduduk setempat, yakni Haji Umar dan Tok Baram pada tahun 1960-an.
Pemandian air panas ini memiliki daya tarik untuk menarik minat wisatawan mancanegara dan lokal.
Untuk sampai di Desa Tanjung Hutan, pengunjung dapat menggunakan boat pompong dari Pelabuhan Buru langsung menuju ke pelabuhan Tanjung Hutan.
Setelah tiba di Tanjung Hutan, bisa meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan jasa ojek.
Biasanya para wisatawan berkunjung saat akhir pekan atau hari libur untuk relaksasi atau melepas penat dari sibuknya aktivitas.

Uniknya, mata air panas di Desa Tanjung Hutan ini tidak mengandung belerang sama sekali.
Kendati demikian, pemandian air panas diyakini memiliki khasiat menyembuhkan beberapa penyakit kulit.
Selain relaksasi dengan berendam air panas, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan desa yang sejuk dan penuh dengan tanaman kelapa.
“Lokasinya yang berada di daerah pedesaan yang masih asri membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung dan menikmati suasana pedesaan yang menenangkan,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Heri Mokhrizal, SH. MH, Kamis (23/2/2023).
Heri menuturkan, selain menikmati air panas, wisatawan juga dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia seperti Mushala, gazebo, tempat bilas.
Wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas setempat di kios makanan. Ataupun sekadar berselfie ria untuk diunggah di media sosial.
“Suasana yang ditawarkan memang menarik hati untuk berkunjung,” tuturnya.
Heri menambahkan, di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad, Pemprov Kepri akan melakukan revitalisasi untuk mempercantik pemandian air panas.
Kondisi dasar kolam yang sudah mengalami pelapukan perlu segera di ganti demi keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Sebagaimana diketahui, pemandian air panas Tanjung Hutan telah ditetapkan Gubernur Ansar Ahmad sebagai kawasan strategis pariwisata di Karimun.
“Dasar kolam telah mengalami pelapukan dan berlumut sehingga memerlukan penggantian papan secepatnya demi keamanan dan kenyamanan pengunjung,” tambahnya.
Penulis: Nuel















































