
BATAM,SIJORITODAY.com – Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin meminta Pemko Batam membangun SMP Negeri di Simpang Dam, Kelurahan Muka Kuning, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.
Wahyu mengatakan, kawasan Simpang Dam sudah dihuni banyak penduduk, dan membutuhkan fasilitas pendidikan seperti SMP Negeri.
“Warga ingin ada SMP Negeri disini, terserah mau satu atap dengan SDN 009 Sei Beduk, warga tidak permasalahkan,” katanya usai Safari Ramadan di Masjid Attawabin, Rabu (5/4/2023) malam.
Politisi PKS itu menuturkan, lahan yang masih berstatus hutan lindung tidak bisa dijadikan alasan oleh Pemko Batam untuk tidak mendirikan SMP Negeri.
Menurutnya, masih banyak sekolah lain yang dibangun pemerintah di kawasan hutan lindung.
“Masyarakat Simpang Dam, RW 14 RT 001-006 membutuhkan SMP yang saat ini tidak ada, padahal penduduk nya sangat banyak,” tuturnya.
Anggota DPRD Kepri Dapil Bulang, Galang, Nongsa, dan Sei Beduk itu juga mendorong BP Batam memutihkan status lahan Simpang Dam.
Wahyu menerangkan, masyarakat Simpang Dam sudah menyatakan kesiapannya untuk membayar Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) jika lahan diputihkan.
Ia menegaskan, relokasi tidak bisa dijadikan solusi, apalagi banyak penduduk yang sudah puluhan tahun bermukim di kawasan Simpang Dam.
“Mereka minta rumah liar mereka diputihkan, mereka siap membayar UWTO. Saya akan dorong BP Batam agar memutihkan lahan, kalau direlokasi mau kemana direlokasi?,” tambahnya. (*)
Editor: Nuel














































