Said Sudrajad, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau dalam wawancara doorstop bersama awak media di Gedung Daerah Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG,SIJORITODAY.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kepulauan Riau mendorong pembudidaya rumput laut mempromosikan produk lewat e-commerce atau platform digital.

Kepala DKP Kepri, Said Sudrajad mengatakan, promosi lewat platform digital seperti Tokopedia dan Shopee lebih efektif untuk menarik calon pembeli.

Pembudidaya juga tidak perlu repot-repot ke pasar, cukup duduk manis mengeksplorasi melalui ponsel.

“Kita dorong ekspor rumput laut melalui e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia,” katanya di Gedung Daerah Tanjungpinang.

Said menuturkan, saat ini sudah semakin banyak daerah penghasil budidaya rumput laut di Kepri seperti Kabupaten Karimun, Lingga, dan Kota Batam.

Diketahui, pada tahun 2021, Kota Batam dan Lingga berhasil memproduksi 7.700 ton rumput laut kering.

“Saat ini paling banyak dibudidayakan di Karimun, Pulau Kasu, Singkep, dan perairan Batam,” tuturnya.

Said menerangkan, saat ini permintaan akan rumput laut masih terbilang tinggi, namun harganya tidak kompetitif karena hasil budidaya nya masih terbatas.

Diketahui, saat ini per kilo nya rumput laut kering dibanderol Rp20 ribu. Sebagian besar digunakan untuk bahan farmasi dan olahan makanan.

“Harga Rp20 ribuan per kilo rumput laut kering, barangnya sedikit makanya tidak berani beli mahal. Masa panen nya 45 hari,” pungkasnya. (*)

Editor: Nuel

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here